oleh

Aksi Sejuta Buruh, Aliansi Buruh Kabupaten Bogor Bergerak Menuju Gedung DPR

 

SKI|Bogor – Perwakilan buruh dari 19 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) di Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Aliansi Pekerja / Buruh Bogor ( APB2) bergerak menuju Gedung DPR RI Senayan Jakarta untuk bergabung dengan ribuan buruh dari Jabotabek dan sekitarnya dalam rangka aksi unjuk rasa akbar sejuta buruh cabut UU Omnibus Law Cipta Kerja, Rabu (10/08/’22).

Aksi Sejuta Buruh yang dimotori oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dibawah komando Jumhur Hidayat ini diperkirakan akan diikuti puluhan ribu buruh bukan hanya yang berada di Jabotabek saja bahkan dari luar Jabotabek.

Koordinator Aksi Sejuta Buruh Kabupaten Bogor, Sukmayana yang merupakan Ketua KSPSI Kabupaten Bogor, saat ditemui dititik kumpul (tikum-red.) Lampu Merah Kadang Roda – Sentul Bogor, menyampaikan keberangkatan dari Bogor menuju Jakarta hari ini yang semula akan diikuti sekitar 5.000 buruh ada perubahan.

“Perwakilan buruh dari 19 Federasi Buruh Kabupaten Bogor yang hari ini kumpul di Lampu Merah Kandang Roda, semula diperkirakan 5.000 orang. Akan tetapi sebagian kawan-kawan sudah ada yg berangkat duluan dengan menggunakan Bis, tadi saja yang sudah terkonfirmasi ada 4 Bis yang sudah berangkat menuju Gedung DPR RI,” ujar kang Sukmayana.

“Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya pada saat kami lakukan Pers Conferens di Gedung DPRD Kabupaten Bogor, tujuan kami hari ini bergabung dengan kawan-kawan buruh se-Jabotabek bahkan mungkin dari luar Jabotabek yaitu kami meminta kepada DPR selaku wakil rakyat dan Pemerintah untuk mencabut UU Omnibus Law Cipta Kerja tanpa syarat,” lanjutnya.

“Teknis keberangkatan kami hari ini dengan melakukan konvoi yang didominasi kendaraan roda dua dan sebagian roda empat, kami akan melalui jalan arteri Jakarta – Bogor,” terangnya.

“Kami juga mengimbau kepada kawan-kawan yang berangkat bersama kami hari ini agar tetap mematuhi aturan lalulintas, tertib dijalan dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (UT)