oleh

BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi Gelar Pelatihan Agen Perisai Se- Kabupaten Bogor

SKI | Bogor – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan program Jaminan Tenaga Kerja dan perlindungan sosial kepada seluruh pekerja di Indonesia, tak terkecuali untuk para pekerja pada sektor non formal bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Dedy Mulyadi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bogor – Cileungsi membuka acara Pelatihan Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan se – Kabupaten Bogor yang diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari perisai dan agen BPJS Ketenagakerjaan bertempat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi, Rabu (31/05/’23).

Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan tujuan digelarnya pelatihan agen perisai salah satunya agar antara satu perisai dengan perisai lain, satu agen dengan agen lain bisa silaturahmi dan saling mengenal lebih jauh satu sama lainnya.

“Saya berterima kasih kepada seluruh peserta yang hadir hari ini terutama para perisai dan agen BPJS Ketenagakerjaan yang sudah meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi agar kita saling mengenal dan saling menyemangati,” ungkapnya.

“Alhamdulillah pada kesempatan ini juga Ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor berkenan hadir, beliau sangat mendukung dan selalu mensupport BPJS Ketenagakerjaan dari dulu waktu masih bernama Jamsostek sampai hari ini. Hari ini juga kita akan meresmikan Perisai Corner merupakan fasilitas yang kami sediakan untuk para perisai dan agen,” tuturnya.

Selesai acara pembukaan, dilanjutkan pemakaian rompi Perisai secara simbolik oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi, Dedy Mulyadi dan Kepala Bidang (Kabid) Kepesertaan, Soni Cahya Wirawan serta Peresmian Perisai Corner yang merupakan sarana berkumpulnya para perisai dan agen nanti.

Sebelum pelatihan dimulai, Soni menyampaikan kembali sekilas terkait program BPJS Ketengakerjaan, baik perbedaannya dengan BPJS Kesehatan maupun program manfaat perlindungan yang diberikan sampai hak-hak peserta.

“Di Indonesia ini ada dua BPJS sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2011 Tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” terang Soni mengawali pelatihan.

“BPJS Kesehatan khusus melayani terkait perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan melayani perlindungan tenaga kerja Indonesia baik tenaga kerja formal maupun non formal dengan layanan 5 (lima) manfaat perlindungan yakni; Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kehilanhan Pekerjaan (JKM, JKK, JHT, JP, JKP),” jelasnya.

Usai pelatihan acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab dan ramah tamah. (UT)