Bupati,Kapolres dan Sekda Lotim Digoyang,Soal Kasus Dugaan Ijazah Palsu Oknum Kades Pijot 

SKI l Lombok Timur-Puluhan masyarakat pijot,Kecamatan Keruak melakukan aksi di kantor Bupati Lotim dan Polres Lotim,Senin (4|10).Terkait dengan kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oknum Kepala Desa Pijot,apalagi sudah masuk laporan ke Polres Lotim.

Sebelum melakukan aksi ke Polres Lotim massa aksi terlebih dahulu mendatangi kantor Bupati Lotim,sambil membawa berbagai famplet dan tulisan yang meminta agar pihak kepolisian,Bupati,Sekda Lotim dan Dinas PMD Lotim untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum kades Pijot tersebut.

” Kami minta Bupati,Sekda dan Dinas PMD Lotim untuk segera mengambil sikap tegas terhadap oknum Kades Pijot yang diduga menggunakan ijazah palsu dalam mencalonkan diri sebagai Kades,” teriak orator aksi, Hamzan Halilintar dalam orasinya.

Para massa aksi juga mempertanyakan dengan Bupati, Sekda,Dinas PMD Lotim ada dalam kasus ini.Maka tentunya kalau ada dugaan keterlibatan Bupati,Sekda dan Dinas PMD Lotim dalam kasus yang kami laporkan maka akan menempuh menempuh jalur hukum.

Begitu meminta kepada Sekda dan Dinas PMD Lotim untuk turun ke lapangan,tapi kalau tidak maka jangan salahkan masyarakat untuk datang aksi lebih banyak lagi mengepung kantor Bupati Lotim.

” Kami akan Kepung kantor Bupati Lotim kalau tidak ada respon dari apa yang kami suarakan ini,” teriak para orator aksi dan pendemo lagi.

Setelah puas menyampaikan aksi di depan kantor Bupati Lotim, tanpa ada yang menerima massa aksi. Dengan melanjutkan ke Polres Lotim dengan melakukan long mach sambil melakukan orasi.

Aksi yang dilakukan massa aksi dari warga Pijot mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Kemudian setibanya di depan Mapolres Lotim massa aksi melakukan orasi dan menyampaikan tuntutannya. Setelah itu belasan perwakilan massa aksi di terima Kapolres Lotim,AKBP Herman Suriyono, Sik, MH, Wakapolres,Kompol Agung Asmara,Sik,Kasat Reskrim, Iptu M.Fajri.

Dalam penyampaiannya Kapolres Lotim menegaskan hukum adalah panglima tertinggi, sehingga tentunya siapa yang salah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena dimata hukum semuanya sama.

Begitu juga halnya dengan kasus yang dilaporkan warga Pijot mengenai dugaan kasus penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oknum Kades Pijot. Maka tentunya kami tetap menindaklanjuti laporan itu dengan proses penyelidikan.

” Setiap laporan itu berproses tidak bisa ujuk-ujuk, akan tapi tentu harus menemukan dua alat bukti baru kita proses sesuai ketentuan yang ada,” kata Herman seraya mengatakan tidak boleh ada kekhawatiran proses hukum tetap berjalan.

Herman meminta kepada pihak Reskrim yang menangani kasus ini agar tetap memberikan informasi terhadap pelapor terhadap perkembangan kasus tersebut. Agar mereka mengetahui dan tidak bertanya-tanya seperti sekarang.

” Saat gelar nanti saya akan ikut dalam kasus ini agar mengetahui perkembangannya,” tandasnya dihadapan massa aksi seraya meminta kepada warga untuk mempercayakan kepada kami penanganan kasus ini.

Setelah menerima penjelasan massa aksi kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib.‎(Sam).