SKI | Lotim – Ribuan masyarakat Kelayu mengikrarkan dukungannya terhadap kandidat Paslon Bupati Lotim,HM.Syamsul Lutfhi dan Wakil Bupati,H.Abdul Wahid,kandidat Paslon Gubenur dan Wakil Gubenur NTB,Hj.Sitti Rohmi Djalillah dan H.Musyafirin dalam Pilkada tahun 2024.
Dukungan itu disampaikan dalam haul ke-100 TGH Umar Kelayu yang bertempat di halaman Ponpes TGH.Umar Kelayu,Minggu (25/8).
Nampak hadir dalam kegiatan itu Paslon Calon Bupati Lotim Lutfhi-Wahid dan Calon Gubenur NTB,Hj Sitti Rohmi Djalillah,Pimpinan dan pengurus Ponpes TGH Umar dan ribuan jamaah.
Pimpinan Yayasan Ponpes Al Umar Kelayu, Ustaz H. Fadullah Abdul Latif, Menyampaikan di 100 tahun Haul TGH Umar Kelayu Ia bersyukur para pemimpin masa depan di NTB dan Lombok Timur hadir sebagai tonggak dan mengawali beridirinya Politeknik merupakan pendidikan vokasi disiapkan untuk tenaga siap kerja dibuka tahun pelajaran 2024/2024.
“Kedepan bila beliau ditakdirkan Allah jadi dapat memperhatikan dari cita-cita luhur bidang pendidikan lingkup Yayasan Ponpes Al Umar Kelayu ini,” katanya ustaz.
Selain itu,lanjutnya dalam memilih memimpin diharapkan memilih orang yang dekat dan tentu bila melihat history kedekatan Ponpes Yayasan Al Umar dekat dengan pasangan Calon Bupati Lutfi-Wahid dan dan pasangan calon Gubernur Rohmi-Musyafirin.
“Bila mereka dinasipkan naik kita tidak malu meminta batu padanya,” ungkap Ustaz H. Fadlullah mengutip pesan H. Ali Bin Dahlan selalu pembina Ponpes Al Umari Kelayu.
Ditempat yang sama Paslon Bupati Lotim,HM.Syamsul Lutfhi mengatakan dengan kita berkumpul saat ini salah satu nilai yang ditanamkan oleh pendiri ponpes untuk saling mengkokohkan dan saling mendukung satu sama lain.
Begitu juga kalau dilihat history antara Kelayu dan Pancor tidak bisa dipisahkan, dari dulu hingga sekarang.
” Untuk memenangkan Pilkada dibutuhkan kekompakan dan kebersamaan,” tegasnya.
Lutfhi yang juga cucu Pahlawan Nasional menambahkan bahwa Lutfi-Wahid mempunyai komitmen dan sikap yang jelas akan melanjutkan pembangunan yang telah diperbuat oleh pemimpin Lombok Timur sebelumnya seperti HM Ali BD dan HM Sukiman Azmy baik pembangunan fisik maupun non fisik utamanya dalam bidang pendidikan dan kesehatan termasuk pada pelaku UMKM.
“Tidak ada dikotomi pembedaan antara pendidikan negeri dan swasta harus sama,” tukasnya. (Sul).










