oleh

Dianggap Sewa Kios Mahal, Pedagang PKL Pasar Tradisional Pondok Gede Menolak Pindah 

SKI | Bekasi – Upaya Pemerintah kota Bekasi untuk merelokasi pedagang tradisional kaki lima di akhir tahun menuai penolakan dari para pedagang. Adapun alasan penolakan relokasi karena harga kios di pasar pondok gede dan pasar permata dianggap para pedagang sangat mahal dan dianggap memberatkan para pedagang.

Menurut salah seorang pedagang Darwin Naigolan saat ditemui awak media di lokasi tempat jualannya, dia menyampaikan bahwa dirinya sudah hampir 20 tahun berjualan dan enggan di relokasi kepasar baru maupun permata, selain harga yang sangat mahal, dengan kondisi jualan yang belum stabil dan juga tempatnya sangat dalam untuk lokasi di pasar pondok gede, sedangkan di pasar permata juga sangat kedalam dari jalan raya, sehingga banyak para pedagang yang menolak, ungkap Darwin.

Saya berjualan sudah cukup lama di sini, dengar selentingan mah pasar mau pindah, cuma emang para pedagang mah banyak yang menolak untuk perpindahan. Pertama, dalam dagang ini kan kita-kita juga belum stabil jualannya, ucapnya kepada awak media, pada minggu malam (12/12/22).

Sedangkan untuk mengawali berjualan di dalam pasar harus modal lagi terus beli lagi lapak, tempat para pedagang itu, tempat yang saya jalani saat ini cukup kenal dengan para pelanggannya dan bila direlokasi dibelakang dan kalau pasar baru itu minimal normalnya satu tahun, ujarnya.

Masih di tempat yang sama, Ibu Sri yang kuga sudah berjualan selama 20 tahun, dia menjual rempah – rempah di pasar tesebut, dirinya mengatakan bahwa menolak relokasi para pedagang akibat karena tidak ada kebijakan dari Pemerintah Bekasi atau dari Pihak Pengembang sehingga banyak para pedagang yang menolak bahkan siap berunjuk rasa untuk tetap bertahan di pasar yang kini ditempati, tegasnya.

Sebenarnya para pedagang itu gak ada penolakan cuma dibalik ini tidak ada yang namanya kebijakan, Ya sekarang mau pindah harus DP dulu, seharusnya digratiskan dulu dalam jangka sekian bulan, udah ada keramaian atau gimana sama-sama enak baru kalau bisa disubsidi kan lebih baik , ungkap Sri.

Diketahui, adapun alasan penolakan relokasi karena harga kios di Pasar Proklamasi Rengasdengklok dianggap oleh para pedagang sangat mahal sehingga memberatkan para pedagang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum adanya keterangan secara resmi dari pihak maupun instansi terkait. (Egi/Red).