SKI | Lotim – Kepala Unit (Kanit) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) SMA/SMK Lotim H.Saipul Muslim meminta kepada pihak SMAN 3 Selong untuk memburu atau mencari sampai ketemu aktor utama yang menyebabkan terjadinya tawuran siswa SMAN 3 Selong kemarin.
” Saya sudah perintahkan pihak Kasek untuk mencari aktor utama tawuran,” tegas Saipul Muslim saat dikonfirmasi,Kamis (29/8).
Ia mengatakan pihaknya sudah menerima laporan kasus tawuran siswa SMAN 3 Selong tersebut sehingga ini tentunya telah mencoreng nama baik pendidikan di Lotim.
Sementara dari laporan pihak sekolah terjadinya tawuran itu gara-gara makan sehingga membuat siswa itu menjadi tersinggung dan marah.Maka inilah yang menyebabkan diantara siswa saling tantang.
” Apapun alasannya kami telah minta kepada kasek untuk mengusutnya agar tidak terulang lagi,” tukasnya
Saipul Muslim juga menambahkan pihaknya minta kepada pihak sekolah terus memperketat pengawasan terhadap siswanya agar tidak terjadi kasus yang sama.
” Kita sudah ingatkan kepada semua sekolah di Lotim untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan,” tandasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya puluhan siswa SMAN 3 Selong Lombok Timur tawuran di lapangan Nasional Lombok Timur,Rabu pagi (27/8).Aksi tawuran itu menjadi viral di media sosial.
Dalam vidio itu terlihat jelas siswa yang tawuran dan saling pukul itu menggunakan seragam sekolah dan pakaian olahraga.Karena kebetulan siswa pulang pagi untuk persiapan karnaval dalam rangka HUT RI ke 80.
Kemudian siswa itu datang ke lapangan nasional secara bergerombol dan aksi tawuran serta saling pukul langsung terjadi tanpa adanya aba-aba.
” Begitu siswa itu kumpul perkelahian ramai-ramaipun terjadi tanpa melihat siapapun,” kata warga Gandor yang melihat aksi tersebut.
Selang sekitar 15 menit setelah aksi perkelahian itu terjadi keluar dari pihak kelurahan Selong dan warga sekitarnya yang melihat langsung membubarkan siswa yang terlibat perkelahian itu.
Maka membuatkan siswa itu langsung lari menyelamatkan diri dan bubar,sedangkan terjadinya tawuran dan perkelahian siswa SMAN 3 Selong belum diketahui penyebabnya.
Kepala SMAN 3 Selong Syawalul Fikri saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan itu tapi saat ke lokasi perkelahian siswa itu sudah tidak ada.
” Kami kesana tapi siswa sudah bubar makanya nanti kita akan kumpulkan untuk mengetahui secara jelas penyebab terjadinya kasus itu,” tegas Kasek singkat. (Sul)









