Disnakertrans Loteng Berikan Penjelasan Rinci Pada CPMI

SKI| Lombok Tengah- Puluhan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) menerima penjelasan rinci terkait dengan soal penempatan kerja di negara tujuan

Kabid Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Tengah, Lalu Samsul Rizal mengungkapkan bahwa, saat ini pihaknya sedang melaksanakan seleksi wawancara CPMI sekaligus melakukan verifikasi berkas, mengingat negara tujuan CPMI Favorit seperti Malaysia baru saja dibuka dan pihak PT mulai banyak berdatangan di bilik pelayanannya.

“Disini kami memberikan pembekalan dan penjelasan rinci soal perjanjian penempatan kerja di Malaysia. Dalam rangka meminimalisir masalah yang timbul,” Ucapnya Rabu (8|6)

Lanjutnya, bahwa disetiap permasalahan harusnya disampaikan dan dilaporkan ke PT dan Dinas dengan sistem musyawarah, supaya jelas aturan sesuai dengan hak dan kewajiban, serta aturan penempatan, baik dari sosialisasi, pemberkasan, wawancara, penempatan dan pengembalian ke negara asal.

“Tercatat sementara berkas seleksi yang masuk sampai dengan hari ini sejumlah 134 orang, dimana selama 3 hari ini mulai dibuka, dan sudah kami seleksi interview, yakni dari 2 PT. Yakni PT Kijang Lombok raya dan PT Pahad Pajar Mustika, ” Ungkapnya.

“Dengan aturan Per PT perhari dibatasi hanya 30 orang saja,” Imbuhnya

Adapun rekom yang masuk ke Loteng yakni Negara Taiwan, Singapura, Malaysia, Hongkong dan Brunai Darussalam. Dimana sekitar 17 PT yang sudah melakukan proses hingga sampai saat ini.

Kemudian semua proses dilakukan sampai paspor dan keberangkatan. Secara aturan akan diproses paling lambat 3 bulan paling lambat.

“Maka yang cepat berangkat dapat dipastikan yakni jalur ilegal,” Jelasnya

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang akan berangkat ke Malaysia, supaya melalui proses resmi. Namun jika ada ada pertanyaan dapat menghubungi maupun mendatangi pihak Dinas mengingat pintunya tetap terbuka.

Adapun pemberangkatan PMI resmi yakni pemberangkatan melaui pemerintah, perusahaan, dan pihak ketiga yang diberikan izin oleh P3MI, dan bagi yang membawa secara perorangan merupakan kegiatan unprosedural (ilegal,red) dan dapat diproses secara hukum yang berlaku (Riki).