oleh

Ditengah Pengukuhan Kabekraf Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ketemu “Naga Raksasa”

-Ekonomi-150 views

 

SKI|Bogor-Bupati Bogor Ade Yasin lantik dan kukuhkan Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif (Kabekraf) dikawasan wisata Curug Cipamingkis Sukamakmur Kabupaten Bogor, Sabtu (25/09/’21).

Bupati Bogor menginginkan kehadiran Kabekraf mampu menggairahkan dan menyemarakkan kembali giat ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor. Turut hadir pada kegiatan pengukuhan Kabekraf, Forkopimda Kabupaten Bogor, Wakil Direktur Kreasi Jabar Komite Ekraf dan Inovasi Daerah Jabar, Kasi Ekraf Dusparbud Jabar, Ketua PHRI, Dirut Sayaga Wisata, Kepala Cabang BJB Kabupaten Bogor, Ketua Komite Perencanaan Pembangunan Strategis, serta jajaran Pemkab Bogor.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, bahwa pengukuhan Komite Kabupaten Bogor Ekonomi Kreatif dimasa pandemi seperti saat ini, dirinya butuh tenaga muda yang kreatif dan inovatif.

“Selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Jadi saya punya optimisme yang tinggi terhadap para pemuda yang baru saja dikukuhkan jadi Kabekraf,” tegasnya.

Lanjut Bupati Bogor, dilihat dari tampilannya saja sudah berbeda, tidak seperti biasa saja tapi memang harus dibuktikan bahwa Kabekraf beda dari yang lain, lebih kreatif, lebih inovatif dan bisa jadi leader yang pertama bukan hanya follower.

“Saya optimis kalian jadi pelaku ekonomi yang kreatif dan inovator bergerak optimal jadi mitra Pemerintah Kabupaten Bogor, kita butuh kalian tenaga-tenaga muda,” pinta Ade Yasin.

Ade Yasin menyatakan butuh orang optimis dan tidak terkendala oleh apapun, maju terus pantang mundur. “Saya tantang kemarin pelantikan coba cari tempat yang menunjukan kalian itu inovatif jangan Pemda lagi, auditorium lagi,  rasanya kaku dan stuck. Ini sudah menunjukan inovatif, tempatnya bagus, tempat wisata bagus terlihat hijau,” ungkapnya.

Dirinya meminta agar Kabekraf bisa lebih kreatif dan siap dimanapun, ketika Bupati Bogor berikan tugas, karena Kabupaten Bogor memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), bahkan kedepan bisa dibuat Kawasan Ekonomi Kreatif di Sukamakmur ini.

“Disini juga punya potensi dari hulu ke hilir dari mulai petani sampai barang. Ekonomi kreatif  dan UMKM adalah sahabat sejati makanya bergeraknya disemua bidang, untuk ekraf yang bergerak lebih ke anak mudanya, sedangkan UMKM semua kalangan, bahkan dari ekraf muncul jadi UMKM. Binaan Kabekraf jadi pelaku UMKM, saya berharap Kabekraf ini mampu pulihkan ekonomi baik dimasa pandemi maupun pasca pandemi tentunya dengan memajukan peran pemuda di ekraf,” tegasnya.

Ia juga meminta agar Kabekraf dapat merangkul semua ekonomi kreatif, tidak hanya di Cibinong Raya tapi semua ekraf termasuk pedesaan, karena banyak produk UMKM dari pedesaan yang layak untuk dipopulerkan, termasuk kopi hasil perkebunan dari Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cisarua.

“Produk kopi kita mulai bagus bahkan rasanya tidak kalah dengan kopi yang terkenal sekalipun. Kopi kita juga diolah oleh para anak muda, untuk itu, harus betul-betul dikelola dengan baik. Saya berharap kabekraf dapat terus bersinergi, kolaborasi sejalan dengan Kabupaten Bogor pendorong branding sport and tourism,” pungkasnya. (UT/Dkf.)

News Feed