oleh

IDEAS Nilai Tol Trans Jawa  Akibatkan Tergusurnya Sawah

Sumber: BPS, Sutas 2018

SKI, Jakarta – Dengan Rencana pembangunan jalan tol kedepan, diseluruh pulau jawa, dengan menimabang jalan tol yang menawarkan kecepatan transportasi dan prilaku pengembang swasta dalam menjalankan proyek Property lebih menjanjikan. 

Setelah jalan tol ber operasi, bisa memicu kehilangan sawah yang berada di pulau jawa, dengan menimbang jalan tol,  expansi lahan pertanian baru di luar jawa menjadi respon utama kebijakan pemerintah adalah sah, namun beresiko tinggi bila tergusurnya ratusan hektar lahan pertanian produktif  di jawa terutama sawah.

Hilangnya Sawah di metropolitan antara lain, Kab Sidoarjo 5.037 Hektar,  Bandung 9734 Hektar, Serang 7317 Hektar, Kab. Lamongan 995 Hektar, Gresik 3.760 Hektar, Mojokerto 129 Hektar.

IDEAS (Indonesia Development And Islamic Studies) menilai dan memberikan solusi untuk pemerintah antara lain dengan Transportasi Ramah Sawah.

Transportasi Ramah Sawah

Sistem transportasi utama berbasis jalan saat ini, didaerah perkotaan, jawa terutamanya telah inefisiensi yang akut dan membebani perekonomian dengan biyaya tinggi, yang ditandai dengan rendahnya kecepatan, kemacetan parah, turunya produktivitas pekerja, konsumsi bahan bakar yang boros, biyaya pemeliharaan yang mahal, tingginya kecelakaan dan populasi udara yang masif,alih-alih membantu justru menjadi menambah masalah yang sudah ada. 

Dengan sistem transportasi berbasis Rel menjanjikan efisiensi tinggi, daya angkut barang lebih besar, layanan perjalanan penumpang dengan kecepatan tinggi, dan transportasi massal untuk komuter didaerah urban.

“High-speed railway sangat kompetitif terhadap transportasi udara untuk perjalanan jarak jauh-menengah, baik dari sisi biaya, waktu,kenyamanan maupun keselamatan”.

Dengan karakter lainya yang hemat bahan bakar, tingkat kecelakaan rendah, dan kebutuhan lahan yang minimal, transportasi berbasis rel cenderung akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

“Transportasi berbasis rel juga lebih ramah terhadap lahan pertanian produktif, Kebutuhan lahan infrastruktur kereta hanya sepertiga dari jalan tol, dan juga dengan dampak ikutan konversi sawah yang jauh lebih rendah”. (Red SKI). 

Komentar

News Feed