Jaga Situasi Agar Tetap Kondusif, Polsek Cilandak Membubarkan Pengukuhan MUB Kubu Rinto

SKI | Jakarta – Kapolsek Cilandak dan Danramil Cilandak berhasil membubarkan acara pengukuhan MUB kubu Rinto yang diselenggarakan di gedung serbaguna PWRI (Pewarta Wredatama Republik Indonesia) jl. Pinang no.86, Cilandak, Jakarta Selatan, Pada Minggu kemarin (17/ 07/ 2022).

Pembubaran acara pengukuhan tersebut, dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI ini  berdasarkan hasil kesepakatan dari mediasi kedua belah pihak MUB kubu Rinto dan MUB yang dipimpin oleh Okto Fianus H.Sero.

Mediasi yang digelar di halaman gedung saat acara sedang berjalan. Kapolsek dan Danramil menduduki kedua belah pihak antara RINTO dan pihak OKTO beserta jajarannya untuk mendengar duduk permasalahan. Kedua belah pihak saling melontarkan argumen masing-masing, tetapi ketua umum MUB OKTO FIANUS H.SERO tetap bersikukuh untuk acara pengukuhan yang berlangsung tetap di hentikan karena dirinya sangat menyayangkan adanya acara tersebut, ungkap Okto melalui keterangan tertulis, selasa (19/07/22).

Pada saat mediasi, Okto juga mempertanyakan kepada Kapolsek maupun Danramil apakah acara yang mereka laksanakan ada ijin keramaian yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian atau tidak, kata Kapolsek untuk ijin tidak ada tetapi hanya pemberitahuan dari pihak Rinto, selanjutnya Okto tetap minta kepada Kapolsek beserta DANRAMIL untuk menghentikan acara pengukuhan tersebut, tandasnya.

Diputi  Dr, Ahmad Idrus sala satu peserta yang diundang untuk menanda tangani pelantikan MUB Kubu Rinto pun pupus, Ahmad Idrus menghargai Kapolsek dan Danramil, dirinya juga mengutarakan karena acara ini tidak mendapat ijin, apalagi hemat Ahmad Idrus ini Masi berpolemik. Saran saya agar bisa diselesaikan dulu secara organisasi, dan untuk masalah pelantikan nanti sampai beberapa pengurus kubu Rinto menarik bahkan memohon untuk masuk kedalam tetapi pak, Dr, Ahmad Idrus tidak mau beliau tetap balik bahkan di wawancara beberapa awak media dan ditanya kenapa bapak tidak melantik, dirinya menjawab silakan diselesaikan dulu konfliknya, ucapnya kepada awak media.

Bahwa beliau ini seorang Eselon atasan kami dan juga orangtua kalian, jadi kalau beliau tidak mau melantik sampai kapan menunggu, sehingga Kapolsek mengambil alih untuk acara ini kami hentikan dan di beri Waktu 30 menit kalaupun Masi akan kami bubarkan.

Ternya informasi yang kami dapat benar di Bubarkan, kalau acara sendiri sudah di bubarkan apakah pelaksanaan pelantikan pengukuhan seorang pendeta itu sah ini lah hal yang sangat ane berarti bisa diduga pengukuhan atau pelantikan pengurus seperti abal-abal, apalagi katanya mereka sudah 2 tahun, ko hari ini baru di Lantik ironinya sangat bertentangan sekali, sambung ketua Okto. (Red/Dailangi).