oleh

Jelang Nataru 2021/2022, Harga Sembako Terus Meroket

-Ekonomi-145 views

 

SKI|Bogor-Menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan kenaikan salah satu bahan pokok terutama minyak goreng kemasan yang akhir-akhir ini harganya terus meroket, awak media SKI mencoba menelusuri dan mengecek kebenarannya kesalah satu agen/grosir sembako yang berlokasi di Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor, Kamis (18/11/’21).

Dilokasi ditemukan minyak goreng kemasan yang didominasi merk tertentu saja yang harganya terbilang lebih murah dibandingkan merek lainnya.

Rino Aldi Suhardiman, pemilik agen/grosir Gudang Sembako salah satu partner “Gudangada” yang merupakan tempat jual beli online padagang grosir dan eceran, membenarkan terkait kenaikan harga sembako akhir-akhir ini.

“Betul pak, akhir-akhir ini harga sembako khususnya harga minyak goreng terus naik dari pembelian sebelumnya ke pembelian selanjutnya. Kenaikannya cukup signifikan seperti halnya merk yang ini (sambil menunjuk merk tertentu-red.), kemasan satu liter harga satu dus isi 12 ltr sebelumnya saya menjual Rp157.000/dus, hari ini saya jual dengan harga Rp207.000/dus,” ujarnya.

Kenaikan yang cukup signifikan tersebut pada kisaran 20-30% bukanlah keinginan atau inisiatif Rino sendiri.

“Saya sih berharap harga sembako terutama minyak goreng ini berlaku seperti semula, cuman kenaikan tersebut dipicu akibat harga belinya dari pemasok pun naik jadi mau gak mau saya naikan juga,” lanjutnya.

Rino juga menuturkan bahwa kenaikan harga sembako ini tidak stabil dan cenderung naik sampai menjelang Natal dan tahun baru yang akan datang.

“Saya bahkan mendapatkan informasi bahwa harga sembako ini masih terus bergerak dan cenderung naik sampai menjelang Natal dan tahun baru yang akan datang. Bahkan untuk mie instan saya sudah diwanti-wanti Januari nanti akan naik sekitar Rp4000/dusnya,” tuturnya.

Hal senada dibenarkan oleh salah satu konsumen minimarket yang dikonfirmasi awak media ditempat yang berbeda.

“Betul minyak goreng mahal banget parah, mendingan mahal juga kalau ada barangnya, sudah mahal susah juga barangnya. Kemasan 2 ltr yang biasa sy beli Rp23.000, kemarin terakhir beli harganya naik jadi Rp34.000,” tuturnya.

Kenaikan dan susah didapatnya sembako khususnya minyak goreng tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya pedagang makanan kecil, hal ini mudah-mudahan menjadi perhatian pemerintah khususnya pihak yang terkait. (UT)

News Feed