Mahasiswa Bawa Keranda Mayat dan Bakar Ban di Depan Kantor DPRD Lotim

SKI l Lombok Timur-Gelombang aksi penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi di Lombok Timur terus berlanjut, kali ini puluhan gabungan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lotim melakukan aksi yang sama ke kantor DPRD Lotim, Rabu (07|9).

Setelah sebelumnya dari Liga Mahasiwa Untuk Demokrasi (LMND),Himmah NW,Himmah NWDI,HMI dan KAMMI Lotim melakukan aksi yang sama dengan tuntutan yang sama.

Mahasiswa dari PMII dan HMI menggotong Keranda mayat dari simpang empat BRI Selong lalu melakukan long mach ke kantor DPRD Lotim sambil menyuarakan aspirasinya. Bahkan melakukan pembakaran ban bekas dan Keranda mayat di depan Ketua DPRD Lotim,Murnan.

” Kami membawa Keranda mayat dan membakar ban bekas ini sebagai bentuk aksi protes yang kami lakukan atas kenaikan harga BBM tersebut,” teriak para orator aksi dalam orasinya secara bergantian.

Aksi massa tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dengan langsung dipimpin Kapolres Lotim, AKBP Hery Indra Cahyono,Sik,MH.

Selain itu para massa aksi membawa berbagai poster dan famplet yang bertuliskan berbagai protes terhadap pemerintah atas kenaikan harga BBM tersebut.

Ketua DPRD Lotim,Murnan akhirnya keluar menerima massa aksi,setelah massa aksi menyampaikan aksinya secara bergantian,bahkan langsung membacakan pernyataan sikap yang disodorkan massa aksi.

” Apa yang menjadi aspirasi dan tuntutan mahasiswa kami siap menindaklanjuti dan meneruskan ke pemerintah pusat terhadap protes kenaikan harga BBM tersebut,” kata Murnan.

Setelah diterima akhirnya massa aksi membubarkan diri dengan tertib.(Sam).