Orang Dekat  Bupati Lotim Laporkan Oknum Ajudan Bupati Ke Polisi

SKI|LOTIM—Salah satu orang dekat  Bupati Lombok Timur yang juga pejuang Sukma,Muhrim Rajasa  melaporkan oknum ajudan Bupati Lotim dengan inisial Hr ke Polres Lotim,Senin siang (15|2).

Kedatangannya didampingi penasehat hukumnya langsung menuju ruang SPKT Polres Lotim untuk menyerahkan laporan yang terbungkus dalam map.

Dalam laporan itu diduga oknum ajudan bupati melakukan pemalsuan dokumen dan pencemaran nama baik.Sehingga meminta pihak Polres Lotim untuk menindaklanjuti laporan sesuai dengan aturan hukum yang ada.‎

” Kami terima laporan ini untuk kemudian nantinya akan disampaikan ke pimpinan,” kata petugas SPKT Polres Lotim,Briptu L Hendry K saat menerima laporan tersebut.

Sementara pelapor,Muhrim Rajasa kepada wartawan mengatakan kalau dirinya datang ke Polres Lotim yang didampingi kuasa hukumnya melaporkan oknum ajudan Bupati Lotim yang diduga telah memalsukan dokumen dan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

” Saya datang melapor atas dugaan pemalsuan dokumen dan dugaan pencemaran nama baik,” tegasnya.

Ia menjelaskan dirinya dalam melaporkan membawa bukti-bukti seperti tandatangannya yang diduga dipalsukan oleh oknum ajudan tersebut.

Karena dalam Watshap yang ditujukan oknum ke Ponpes Darul Guroba di Dusun Mampai, Desa Wakan Kecamatan Jerowaru tanggal 21 Februari 2019 lalu.

Dimana ada kwitansi sebesar Rp 25 Juta uang bantuan tersebut yang dikirim oknum ajudan tersebut ke pengurus Ponpes tersebut.Akan tapi setelah dibuka ada namanya disertai tandatangan  yang tertera di kwitansi.

Sementara pada satu sisi dirinya tidak menerima uang,bahkan tidak pernah menandatangani kwitansi itu. Sehingga pengurus mempertanyakan kepada dirinya mengenai uang bantuan ponpes sesuai yang terteda di kwitansi itu.

” Makanya saya datang ke Polres Lotim untuk mencari keadilan,siapa yang salah dan benar harus diusut tuntas,” terangnya.

Muhrim yang juga pejuang Sukma ini menambahkan pihaknya tidak pernah melakukan traksaksi,bahkan dikwitansi yang dikirim oknum ajudan itu tidak seperti itu tandatangan saya.

” Coba lihat tandatangan saya di kwitansi itu dengan di KTP kan beda,makanya saya cari keadilan dan minta kasus ini diproses lanjut,” tandasnya.

Hal yang sama dikatakan kuasa hukum pelapor,Yustia Mukmin mengatakan pihaknya datang bersama klainnya untuk melaporkan oknum ajudan Bupati Lotim yang diduga telah melakukan pemalsuan dokumen tandatangan klainnya.

Termasuk juga dugaan pencemaran nama baik klain kami, akibat adanya kwitansi bantuan atasnama klain kami tapi tidak pernah melakukan tandatangan dan menerima uang sebagaimana yang tertera di kwitansi tersebut.

” Kami minta APH untuk menindaklanjuti laporan yang kami adukan ke Polres Lotim,karena tugas penyidik untuk membuktikannya,” tegasnya.

Kemudian ditempat terpisah oknum ajudan Bupati Lotim,Hr saat dikonfirmasi melalui wasthap pribadinya mengatakan kalau saya senyumin saja karena pada intinya saya punya bukti.

” Saya punya bukti,” tegasnya singkat.(Red)‎

Komentar

News Feed