SKI | Lotim – Para guru dan siswa yang menjadi penerima manfaat dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Semeton Darul Hikmah Kembang Sari mengeluhkan sajian menu MBG untuk hari ini (Kamis,red).
Menu yang disajikan gorengan kentang kering,abon ayam dan pisang yang nilai harganya jauh dari standar yang telah ditentukan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
” Bagaimana kita akan semangat memakan menu MBG yang disajakan melihat saja kurang bergairah,”kata para penerima manfaat dapur MBG Semeton Darul Hikmah Kembang Sari.
Menurutnya harus dengan bulan puasa ini hendaknya dapur MBG menyajikan menu yang bisa membangkitkan selera untuk menjadi menu berbuka,karena MBG itu dibawa pulang.
Bukan malah mencari keuntungan besar dengan memanfaatkan program MBG dengan menyajikan menu yang kurang diminati penerima manfaat.Sehingga Azas dari program MBG ini jauh dari harapan yang diinginkan presiden kalau penyajian seperti ini.
” Boleh saja mencari untung tapi jangan keterlaluan,karena kami melihat menu yang disajikan lebih banyak untung dari harga porsi yang ditetapkan BGN,” terangnya.
Sementara itu pihak SPPG Semeton Darul Hikmah Kembang Sari hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan.
Sebelumnya Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Lombok Timur,Agamawan Salam mengakui bahwa banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lotim menyajikan menu ke penerima manfaat tidak sesuai harapan.
” Kita akui masih banyak dapur penyajian menu kurang sesuai harapan,” kata Agamawan
Menurutnya pihaknya selalu mengingatkan kepada SPPG maupun pemilik dapur untuk memberikan penyajian menu MBG ke penerima manfaat sesuai dengan ketentuan.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi komplik dari guru,orang tua maupun siswa yang menjadi sasaran penerima manfaat MBG tersebut.
” Dengan penyajian menu yang kurang maka kita tidak menampik adanya komplin,” ujarnya.
Agamawan menambahkan pihaknya juga akan buatkan laporan khusus kalau terjadi persoalan dilapangan dengan tujuan supaya di monitor langsung oleh pimpinan nanti.
” Pimpinan yang akan memberikan teguran/ sangsi agar SPPG yang penyajian belum sesuai harapan BGN segera membenah,” tambahnya. (Sul).









