oleh

Pernyataan Klarifikasi Dari Ketua Yayasan Pelita Hati Montessori School

SKI| Semarang – Dengan adanya pemberitaan yayasan Pelita Hati Montessori School yang ramai diberitakan mengenai perselisihan dengan komnas Anak Jateng  beberapa waktu lalu, awak media SKI wawancara langsung dengan ketua yayasan tersebut Dan ketua yayasan menjelaskan soal kedatangan orang dari Komnas anak Jateng ke yayasan tersebut.

Hariani menuturkan, kenapa komnas anak tidak dipersilahkan masuk ke dalam sekolah oleh staff yayasan, karna ketua yayasan sedang tidak ada di tempat, dan staff tersebut takut di salahkan oleh ketua yayasan,  maka dari itu pihak sekolahan tidak mempersilakan tamu dari komnas anak tersebut masuk.

Lebih lanjut, dengan adanya hal tersebut, pihak yayasan pelita hati merasa risih dengan adanya pemberitaan tersebut.

Maka dari itu, pihak yayasan perlu untuk klarifikasi dengan awak media yang ada di Semarang karena biar jelas gamblang terang benderang, mengenai pemberitaan yayasan Pelita Hati Montessori School.

Saat ditanya apakah benar ada orang dari komnas anak ke yayasan ini, ketua yayasan mengiyakan, waktu itu saya ada kegiatan di rumah mas yang ada hanya staff saya karena, staff saya tidak ada printah dari saya mungkin tidak berani memasukan tamu yang baru di kenal mas karna staff saya menjalankan SOP dari yayasan ini mas, tegas ketua yayasan kepada awak media. 

Lanjut Hariani, Kalau memang mau opservasi sama anak didik saya harus ada surat tugas dan surat dari orang tua murid itu yang utama mas biar nanti saya tidak disalahkan sama orang tua murid, nah kalau sudah ada itu di tinggal biar di terima sama staff saya nanti biar di masukan ke saya saya bisa dipelajari dulu, baru saya persilahkan untuk datang kesini gitu lho mas, tandasnya. 

Karna anak yang disini semua dititipkan oleh para orang tuannya dan untuk diberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya, maka dari itu saya harus sangat berhati-hati sekali untuk menjaga anak-anak semua yang ada di sini, walaupun yang datang piskolog sekalipun saya tidak akan memberikan ijin bila tidak ada surat dari orang tua murid, pintanya. 

Saat di tanya soal ada kekerasan sama anak-anak saya menerima murid dari berbagai sekolah dengan latar belakang berbagai macam-macam anak kalau terjadi kekerasan disekolah lain saya tidak tau dan saya tidak mau tau, kalau terjadi kekerasan disekolah ini pasti saya sudah di laporkan sama polisi oleh yang punya anak, bila orang tuanya melihat anaknya sampai terjadi kulitnya merah, biru, hijau pastinya saya sudah di laporkan to mas sama orang tuanya, terangnya.

Disisi lain,  dari pihak Komnas anak Jateng saat dikonfirmasi awak medi SKI melalui Whatsapp beberapa waktu lalu mengatakan, saya kesana memang tidak dipersilahkan masuk, seharusnya kan disuruh masuk dulu, di persilahkan duduk lalu bilang kalau ketua yayasan sedang tidak ada di tempatkan beres mas.

Pewarta : Adi

Editor     : Red SKI

Komentar

News Feed