oleh

Pra Peradilan Ditolak, Murfy Akan Buktikan Tidak Terlibat Pembobolan Deposit

SKI – Jakarta – Murfy mengajukan Permohonan Pra Peradilan dikarenakan beliau merasa diduga prosedur formil penanganan kasus ini ganjil, mengapa? menurut Murfy, saat ditangkap Murfy tidak diperlihatkan surat-surat. Bahkan sebelum menangkap pihak Kepolisian Resort Jakarta Barat, mendatangi Orang Tua Asuh Murfy yang juga merupakan Adik dari Orang Tua Kandung Murfy, sehingga kuat hati untuk mengajukan permohonan Pra Peradilan dengan Nomor Perkara 11/Prpid/2018/PN.JKT-BRT, sidang pertama sudah terjadi pada 5 November lalu, namun termohon tidak hadir saat itu. Sidang dilanjutkan pada tanggal 12 November 2018, dengan proses panjang maka tanggal 16 November 2018 dibacakanlah putusan Permohonan tersebut oleh hakim tunggal Agus Setiawan,S.H.,M.H.

Murfy yang berharap Penetapan Tersangka, Penangkapan dan Penahanannya terbukti tidak sah dan Kepolisian Resort Jakarta Barat akan segera mengeluarkan SP3 terhadap kasusnya, mengingat sampai saat ini Murfy tidak mengetahui apa yang menjadi permasalahan sehingga beliau harus ditangkap dan ditahan, serta harus menghadapi Proses Hukum yang sekarang menjeratnya, sidang yang di pimpin Hakim Tunggal Agus Setiawan tersebut dengan Nomor Perkara 11/Pra.Pid/2018/PN.JKT-BRT, yang tercantum dalam permohonan yang dibuatnya melalui kuasa hukumnya, akan tetapi nasib berkata lain, Permohonan Murfy di tolak.

Sepanjang persidangan, pemohon menghadirkan 3 orang saksi, dan termohon tidak menghadirkan saksi, hanya sekedar menunjukan bukti-bukti surat, dalam kesaksiannya para saksi menjelaskan pemohon di tangkap tidak dengan surat-surat yang ditunjukan kepadanya, akan tetapi dalam pertimbangan hakim, seluruh proses penangkapan, penahanan serta penetapan tersangka sudah sesuai prosedur yang ada, dengan demikian hakim berpendapat semua prosedur dinyatakan lengkap, terkait putusan tersebut Riesqi Rahmadiansyah menyatakan “ kita timbang dulu, akan mengajukan pra peradilan kembali atau mau kita Peninjauan Kembali, kita liat bagaimana ke depannya, tetapi saya yakin kalo sampai pokok perkara besar harapan kami untuk dapat vonis bebas “.

Sebelum memasuki Pokok Perkara Riesqi Meminta agar pihak mandiri harus internalisasi juga masalahnya tidak mungkin surat serahasia tersebut bisa diketahui orang luas, dan meminta agar Bank Mandiri mencari juga pelaku di dalam pihak internal jika ada, Riesqi juga menyatakan jika kasus ini sampai diputus pidana berarti Bank Mandiri harus di cek oleh OJK terkait kerahasian nasabahnya, dan mungkin saya sendiri akan mengajukan gugatan terhadap Bank Mandiri jika kasus ini putus pidana ini (Murfy dan 5 Tersangka lainnya ) serta di nyatakan bersalah dapat diartikan Bank Mandiri tidak aman terkait data nasabah, beliau menjawab “ bisa gugat Perlindungan Konsumen atau kita gugat PMH, dan saran saya Pak Sumadi juga wajib menggugat Bank Mandiri “ tutupnya

Sumber : Riesqi Rahmadiansyah/Kuasa Hukum

Editor : Red SKI

Komentar

News Feed