oleh

Ribuan Buruh Gabungan SP/SB Kabupaten Bogor Siap Aksi Unjuk Rasa Turun Kejalan

SKI|Bogor-Genap setahun sudah berjalan UU Omnibuslaw No. 11 Tahun 2020 disahkan DPR dan ditandatangani Presiden Jokowi, namun pro dan kontra berkepanjangan pun masih terjadi sebagaimana hari ini, Kamis (21/10/2021) gabungan Ketua/Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Kabupaten Bogor menggelar konferensi pers terkait rencana aksi unjuk rasa menolak UU Omnibuslaw yang akan diselenggarakan pada tanggal 27, 28 Oktober yang akan datang.

Perwakilan gabungan buruh Kabupaten Bogor, Jon Kenedi yang juga merupakan Sekretaris Paguyuban SP/SB Kabupaten Bogor dalam konferensi persnya usai menyerahkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ke Polres Bogor menyampaikan maksud dan tujuan serta latar belakang rencana diadakannya aksi unjuk rasa bersama.

“Pada hari ini kami dari gabungan Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kabupaten Bogor telah menyampaikan Surat Pemberitahuan rencana unjuk rasa gabungan ke Polres Bogor. Kami dari seluruh SP/SB (25 SP/SB-red.) telah sepakat untuk bersama-sama turun kejalan menggelar unjuk rasa pada tanggal 27, 28 Oktober dengan agenda dipusatkan didepan Kantor Bupati Bogor,” ujar Jon Kenedi.

Sebagaimana disampaikan Jon bahwa SP/SB sebelumnya sudah mengajukan permohonan Audiensi dengan Bupati Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja namun tidak ada tanggapan.

“Kami sudah dua kali mengajukan surat permohonan audiensi kepada Bupati Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, namun sampai hari ini tidak ada tanggapan sama sekali dan akhirnya kami sepakat untuk melakukan aksi unjuk rasa secara gabungan yang rencananya kami akan turun kejalan pada tanggal 27, 28 Oktober yang akan datang dengan jumlah peserta sekitar 5.000 sampai 10.000 orang,” lanjut Jon.

“Adapun tuntutan kami ada 4 point yaitu yang pertama; Cabut UU Omnibuslaw Cipta Kerja No.11 thn. 2020, kedua; Segera selesaikan Tatib Depekab Bogor, ketiga; Tetapkan UMK 2022, dan yang keempat; Tetapkan Upah diatas UMK 2021,” sambungnya.

“Aksi unjuk rasa ini adalah upaya terakhir yang kami lakukan, sebelumnya upaya kami untuk meminta audiensi dengan Bupati Bogor Ade Yasin gagal dan tidak mendapatkan tanggapan. Untuk itu kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, pengguna jalan dan seluruh pihak yang terkait khususnya yang melintasi jalan Tegar Beriman apabila nanti saat kami mengelar unjuk rasa terganggu aktivitasnya,” pungkas Jon Kenedi. (UT)

News Feed