oleh

Satu Tahun Rudy Susmanto Pimpin Kabupaten Bogor, Berikan Layanan yang Terbaik untuk Masyarakat

SKI Cibinong| Tepat pada Jumat, 20 Februari 2026, Rudy Susmanto genap satu tahun menjabat sebagai Bupati Bogor bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi. Momentum tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus refleksi bagi Rudy dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bogor.

Meski Kabupaten Bogor bukan wilayah yang asing baginya karena sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019–2024, Rudy mengakui tantangan memimpin daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat tersebut memiliki dinamika yang sangat kompleks

Terlebih, Kabupaten Bogor juga menjadi wilayah strategis nasional karena terdapat kediaman Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Hambalang.

“Jadi kami dilantik tanggal 20 Februari 2025 dan tentunya 20 Februari 2026 menjadi sebuah momentum kita memasuki masa jabatan satu tahun,” ujar Rudy Susmanto di ruang kerjanya di Cibinong, Rabu (17/2/2026).

Rudy mengenang, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada 20 Februari 2025, dirinya langsung mengikuti retret kepala daerah se-Indonesia di Magelang, Jawa Tengah.

Namun sepulang dari kegiatan tersebut, ia langsung dihadapkan dengan berbagai persoalan, termasuk bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan Cisarua dan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor.

Menurut Rudy, satu tahun kepemimpinannya menjadi momentum penting untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan sekaligus memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Ia menjelaskan, fokus utama Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun pertama kepemimpinannya adalah penataan dan perbaikan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Persoalan infrastruktur jalan berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Memiliki pengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan lainnya. Maka masalah ini menjadi perhatian untuk ditangani,” tegas Rudy Susmanto.

Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 5,8 juta jiwa yang tersebar di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, infrastruktur jalan dinilai menjadi urat nadi aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

Perbaikan infrastruktur tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah terpencil dan kawasan wisata seperti Malasari di Kecamatan Nanggung yang sebelumnya memiliki akses jalan cukup sulit.

Rudy mengatakan, akses menuju kawasan tersebut kini mulai dibenahi agar lebih mudah dijangkau masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Sementara untuk wilayah Cibinong, pembangunan lebih difokuskan pada penataan dan revitalisasi kawasan perkotaan guna menciptakan wajah ibu kota Kabupaten Bogor yang lebih modern dan tertata.

Beberapa program yang telah berjalan di antaranya revitalisasi Lawang Kori, penataan Terminal Cibinong, penataan Taman Siliwangi yang terintegrasi dengan Masjid Baitul Faizin, hingga mempercantik kawasan Tugu Pancakarsa.

Selain itu, pembangunan Tugu Helikopter dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta, sementara pembangunan Denkavkud dilakukan pemerintah pusat dan venue olahraga Padel Hall dibangun oleh investor swasta.

Rudy menegaskan, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Bogor tidak terlepas dari pentingnya membangun kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai pihak.

“Membangun Kabupaten Bogor, kuncinya satu yakni kolaborasi dan komunikasi,” ujar Rudy Susmanto.

Salah satu program monumental yang menjadi perhatian pada tahun pertama kepemimpinannya adalah pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon yang nantinya akan dilengkapi dengan Pusat Layanan Haji dan Umrah Kabupaten Bogor.

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki jumlah kuota jamaah haji terbesar sehingga sudah saatnya memiliki pusat layanan haji dan embarkasi mandiri yang representatif.

“Kabupaten Bogor merupakan daerah yang punya kuota haji terbanyak. Makanya kami berpikir sudah saatnya Kabupaten Bogor membangun Pusat Layanan Haji dan Umrah serta embarkasi mandiri,” jelas Rudy.

Ke depan, Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta menghadirkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baginya, jabatan bukan sekadar amanah politik, tetapi bentuk pengabdian untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor.(red)