SKI| Lombok Tengah- Narasi dari video wawancara Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, tentang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menuai beragam komentar. Hal ini tidak terlepas dari pro kontra terkait MBG yang memang sudah menghiasai berbagai laman media maupun pembicaraan masyarakat.
Hal ini mendapat tanggapan dari anggota Fraksi NasDem DPRD Lombok Tengah, Wirman Hamzani, Senin (09|1).
Mantan Aktivis ini menekankan bahwa pengawasan program ini tidak hanya terkait distribusi makanan saja, tapi memang harus menyisir hingga ke teknis operasional dapur.
“Kami di DPRD mengajak Satgas MBG Provinsi untuk turun sidak, biar kita tidak hanya mendengar pendapat yang berseliweran saja tapi langsung cek lapangan,” kata Hamzan di Janapria di sela acara reses saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Dikatakan Hamzan, sekian banyak kasus keracunan hingga protes masyarakat terkait kualitas makanan MBG di Lombok Tengah harusnya menjadi atensi pemerintah.
“Ini bukan cuma soal jumlah berapa yang keracunan, biarpun satu orang juga harus di atensi. Jadi jangan di anggap lumrah, apalagi ini anak-anak yang menjadi tujuan program ini diadakan,” ujarnya.
Pihaknya juga mengakui sudah berbicara dengan Ketua Satgas MBG Provinsi NTB, Pathul Gani, sekaligus meminta agar satgas juga dibentuk di kabupaten dan kota.
“Beliau bilang bahwa kewenangan membentuk satgas pengawasan itu ada di kepala daerah tiap kabupaten atau kota, tapi kita di Lombok Tengah ini kan belum tahu siapa yang ditunjuk sebagai tim satgas oleh Pak Bupati,” sergah Hamzan.
Menurutnya, jika belum di bentuk maka ia meminta satgas NTB untuk turun dulu. Ia sebagai Wakil Ketua Komisi IV menyatakan siap untuk bersama mengecek dapur-dapur MBG di Lombok Tengah.
“Jelas ini perintahnya harus bergizi, tapi kok malah yang dikasihkan yang beracun. Kualitas makanannya amburadul. Jangan sampai Makanan Bergizi Gratis menjadi Makanan Gratis saja, ndak ada gizinya,” tegas Hamzan. (Sul)









