SKI| Lombok Tengah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program utama Presiden RI yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir menjadi sorotan.
Salah satunya yakni Dapur MBG yang ada di Desa Murbaya, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah yang diduga membuat lima siswa SDN Repok Tunjang mengalami keracunan.
Selain itu, tidak adanya keterlibatan dari Dinas seperti Dinas Kesehatan sampai dengan saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan Loteng Suardi mengatakan, seharusnya pihak BGN maupun Dapur melibatkan dinas kesehatan sebagai bentuk pengawasan.
Bukan hanya dilibatkan saat adanya masalah seperti beberapa waktu lalu.
“Harusnya kita dilibatkan, bukan hanya dilibatkan atau ditelpon saat ada masalah saja,” ungkapnya Senin (28|4).
Pelibatan tersebut seperti di pengawasan bahan baku,, peralatan, izin sanitasi makanan, penyajian dan lainnya.
“Seharusnya semua itu kita dilibatkan, tapi sampai detik ini saya belum pernah melihat suratnya,” jelasnya.
Akan tetapi, pihaknya tetap mendukung program nasional tersebut, walaupun belum ada pelibatan antara Dapur MBG dengan Dinas.
Hanya saja, hal ini menjadi perlu karena jangan sampai ketika adanya musibah ataupun masalah seperti waktu lalu baru di hubungi.
Seperti diketahui, program makan bergizi gratis (MBG) yang menyasar sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan SMA/Sederajat sudah memiliki ahli gizi di masing-masing Dapur. (R.Davit/Riki).








