SKI | Lotim – Salah satu tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lombok Timur Usman menuding kalau di Lotim banyak dapur Makan Gratis Bergizi (MBG) tak memenuhi syarat.
Maka ini tentunya menjadi perhatian dari satgas MBG atau petugas yang berwenang mengawasi MBG itu untuk meninjau kembali keberadaan dapur MBG yang sudah beroperasi.
” Kami melihat banyak dapur MBG yang beroperasi di Lotim belum layak kalau melihat dari syarat yang ada,” kata Usman di Selong,Rabu (24/9).
Ia menjelaskan seperti masalah luas lahan Syarat luas lahan untuk dapur MBG minimal 800 meter persegi dengan lebar minimal 25 meter, untuk melayani sekitar 3.000 porsi per hari.
Begitu juga untuk melayani 2.000 porsi, lahan dapur MBG memerlukan luas minimal 800 meter persegi, dengan ukuran bangunan 20×20 meter persegi.
” Coba kita lihat dilapangan dapur MBG ini ada yang melayani 3000 porsi setiap hari tapi luas lahan maupun bangunannya kurang dari 8 are sesuai syarat yang ada,” ujarnya.
Oleh karena tambah Usman yang juga Ketua Himpunan Guru Paud Indonesia (Himpaudi) Lotim meminta pihak berwenang untuk meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan kepada dapur MBG yang telah beroperasi tersebut.
Karena bagiamana dapur MBG itu akan bekerja maksimal untuk memenuhi kebutuhan MBG untuk siswa setiap harinya kalau lokasinya sempit dan tidak memenuhi syarat.
” Kita minta cek kembali keberadaan dapur MBG yang sudah beroperasi apakah sudah penuhi syarat atau tidak,kalau tidak perlu ditinjau ulang dan kalau sudah perketat pengawasan,” tandasnya. (Sul)









