728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi
IMG-20191014-WA0014

SKI| Jateng - Polemik antara Komnas Perlindungan Anak Jateng Dengan Sekolah Pelita Hati Montessori kian berkepanjangan, pasalnya, diketahui seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu dari Hak Jawab yang dilayangkan pihak sekolah.

Diketahui, Terkait dengan referensi Dari Kejaksaan Negri Semarang mengenai perkara tindak Pidana pelanggaran UU no 23 tahun 2002 yang sudah di perbarui dengan UU no 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak yang sedang di tangani Oleh Unit PPA Polrestabes Semarang, Maka Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Provinsi Jawa Tengah Rabu 9 Oktober 2019 mendatangi sekolah Pelita Hati Montessori tempat di mana LJ bersekolah setelah di pindah dari sekolah lama yaitu di sekolah Yayasan Tritunggal Semarang.

Kedatangan team Komnas Anak Jateng ke sekolah yang beralamat di jalan Wungkal 18 Semarang tersebut, dilakukan oleh Ketua Komnas Anak jateng Dr H Endar Susilo SH MH di dampingi oleh Devisi Hukum Komnas Anak Jateng Ricky Ananta SH MH dan Bagus Asanta SH MH. Namun Team Komnas Anak Jateng kecewa karena pihak sekolah tidak mengizinkan team masuk ke dalam sekolah, oleh salah satu Staf yang bernama (DR). ”kalau mau masuk ke sekolah ini harus membuat permohonan ijin tertulis ke ketua yayasan atau kepala sekolah dulu”, kata (DR).

Menanggapi hak jawab yang di sampaikan oleh Sekolah Pelita Hati Montessori melalui media Swara Konsumen Indonesia yang berjudul "Hak Jawab Sekolah Pelita Hati Montessori: Pernyataan Komnas Anak Jateng tidak benar", yang di muat pada tanggal 11 Oktober 2019, maka Team Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Jawa Tengah mengatakan bahwa Sekolah Pelita Hati Montessori ibarat peribahasa "lempar batu sembunyi Tangan", tegas Ketua Komnas Anak Jateng, DR.H. Endar Susilo SH.MH, kepada Awak media SKI, Senin (14/10/19).

Lebih lanjut, Endar menuturkan, tidak akan menuruti apa yang menjadi permintaan sekolah Pelita Hati Montessori yang beralamatkan di Jln. Wungkal No.18 Semarang Jawa Tengah tersebut.

Endar mengatakan, "Saya bersama Ricky Ananta, SH.MH dan Bagus Ariyanto Santa SH.MH yang datang ke sekolah Pelita Hati pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 Minggu lalu, selain kami dari Team Komnas Anak Jateng, Profesi kami bertiga sehari - hari juga sebagai Advokat, jadi kami tidak akan berani menyampaikan hal apapun tentang sekolah Pelita Hati ke media, kalau kami tidak mempunyai bukti".

Ricky Ananta juga menambahkan, bahwa pihak Komnas Anak Jateng mempunyai bukti yang kuat, "Kami mempunyai rekaman pembicaraan Sdr (DR) di HP Kami dan rekaman tersebut kami buat, juga atas seijin sdri (DR), rekaman tersebut akan kami berikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jateng beserta jajaran di atasnya dan Pihak Kepolisian " tandas Ricky.

Sementara itu Bagus Santa juga menambahkan " Tugas dan Fungsi dari Komnas Perlindungan Anak adalah melindungi, memperjuangkan, dan menegakkan Hak anak. Ketika kami mendatangi sekolah tersebut juga membawa surat tugas yang jelas. Kami juga memiliki Bukti dan Saksi sehingga ketika kami membuat aduan kepada kepolisian dan kepada dinas, dalam hal ini sudah cukup memenuhi unsur baik perdata maupun pidana, tambah Bagus.

Kami memberi saran kepada masyarakat. jika ada tindakan yang di lakukan oleh individu maupun Sekolah yang melanggar UU no 23 Tahun 2002 yang sudah di perbarui dengan UU nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, silahkan hubungi Komnas Perlindungan Anak dengan nomer hotline 08 12 12 17 17 57, ucap Bagus salah satu Team Advokasi Komnas Anak Jateng.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa terkait dugaan kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang sedang di tangani Polrestabes Semarang, atas permintaan dari Kejaksaan Negri Semarang, untuk melengkapi berkas perkara diperlukan masukan data atau informasi dari Komnas Perlindungan Anak, oleh karena itu maka Komnas Anak Jateng kemudian menggali infornasi ke pihak - pihak terkait, salah satunya adalah ke Sekolah Pelita Hati Montessori yang diduga tempat anak korban kekerasan bersekolah, namun kehadiran Komnas Anak untuk bertemu dengan kepala sekolah tersebut ditolak oleh salah satu staf Sekolah tersebut yang bernama (DR), tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterang lebih lanjut dari pihak Sekolah Pelita Hati Montessori kepada Redaksi.

Pewarta : Adi

Editor     : Red SKI

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Kodim 0716/Demak Gelar Karya Bakti Penghijauan

Kam, 14 Nov 2019 07:20:05pm

SKI| Demak– Dalam rangka melaksanakan program Binter terpadu tahun 2019, Kodim 0716/Demak melaksanakan kegiatan penghijauan dengan mengambil...

Mamin Indonesia Tampil Di Ningbo International Food Exhibition

Kam, 14 Nov 2019 05:25:47pm

SKI| Ningbo – Indonesia melalui Kementerian Perdagangan bersama perwakilan luar negeri terus melakukan penetrasi produk andalan ekspor ke pasar...

Korem 071/Wijayakusuma Terus Tertibkan Aset dan Rumah Dinas Prajurit

Kam, 14 Nov 2019 05:02:07pm

SKI| Banyumas - Korem 071/Wijayakusuma terus lakukan penertiban administrasi pemanfaatan asset dan Rumah Dinas TNI. Penertiban tersebut terus...

350 Pemuda Ikuti Sidang Pantuhir Pusat Cata PK Gel II TA. 2019

Kam, 14 Nov 2019 04:52:31pm

SKI| Magelang - Sebanyak 350 pemuda asal Jawa Tengah yang telah lolos seleksi tingkat daerah di Banyumas beberapa waktu, sudah mengikuti serangkaian...

Pelajar Dan Seniman Dukung Pengukuhan Anggota Baru PWI Kabupaten Bogor

Kam, 14 Nov 2019 03:34:14pm

SKI| Bogor - Acara Pengukuhan 71 Anggota Baru PWI Kabupaten Bogor hasil seleksi Orientasi Karya Latih Wartawan(KLW) 2019 digelar hari ini, Kamis...

Begini Peranserta Babinsa Sukseskan Bias

Kam, 14 Nov 2019 01:42:26pm

SKI| Boyolali - Sukseskan program imunisasi Bias campak yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Bati Tuud Koramil...

Bentuk Kepedulian TNI, Babinsa Terjun Ke Sawah

Kam, 14 Nov 2019 01:37:57pm

SKI| Boyolali - Guna percepatan masa tanam 2019, Babinsa Desa Wonosegoro Koramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali Serma Mujiyono melaksanakan...

Sejumlah Tokoh Selatan Dukung Pembentukan Komite Independen

Kam, 14 Nov 2019 01:03:53pm

SKI| Lotim - Sejumlah tokoh politik,masyarakat dan pemuda di wilayah Lombok Timur bagian selatan mendukung pembentukan komite independen. Meskipun...

29 Orang Pejabat Di Lotim Terancam Diberikan Sanksi Berat

Kam, 14 Nov 2019 11:59:25am

SKI| Lotim - Sebanyak 29 Orang pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terancam akan diberikan sanksi berat.Pasalnya pejabat tersebut...

Wabup Lotim Sampaikan Tanggapan Atas Tanggapan Umum Fraksi Atas Raperda APBD TA 2020

Kam, 14 Nov 2019 11:53:19am

SKI| LOTIM - Rapat Paripurna VII masa sidang ke I, dalam rangka jawaban Kepala Daerah atas pandangan umum fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: