728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Komnas Anak Jateng: Kami Mempunyai Bukti Rekaman Percakapan DR Staff Sekolah

Sen, 14 Okt 2019 09:09:46pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20191014-WA0014

SKI| Jateng - Polemik antara Komnas Perlindungan Anak Jateng Dengan Sekolah Pelita Hati Montessori kian berkepanjangan, pasalnya, diketahui seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu dari Hak Jawab yang dilayangkan pihak sekolah.

Diketahui, Terkait dengan referensi Dari Kejaksaan Negri Semarang mengenai perkara tindak Pidana pelanggaran UU no 23 tahun 2002 yang sudah di perbarui dengan UU no 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak yang sedang di tangani Oleh Unit PPA Polrestabes Semarang, Maka Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Provinsi Jawa Tengah Rabu 9 Oktober 2019 mendatangi sekolah Pelita Hati Montessori tempat di mana LJ bersekolah setelah di pindah dari sekolah lama yaitu di sekolah Yayasan Tritunggal Semarang.

Kedatangan team Komnas Anak Jateng ke sekolah yang beralamat di jalan Wungkal 18 Semarang tersebut, dilakukan oleh Ketua Komnas Anak jateng Dr H Endar Susilo SH MH di dampingi oleh Devisi Hukum Komnas Anak Jateng Ricky Ananta SH MH dan Bagus Asanta SH MH. Namun Team Komnas Anak Jateng kecewa karena pihak sekolah tidak mengizinkan team masuk ke dalam sekolah, oleh salah satu Staf yang bernama (DR). ”kalau mau masuk ke sekolah ini harus membuat permohonan ijin tertulis ke ketua yayasan atau kepala sekolah dulu”, kata (DR).

Menanggapi hak jawab yang di sampaikan oleh Sekolah Pelita Hati Montessori melalui media Swara Konsumen Indonesia yang berjudul "Hak Jawab Sekolah Pelita Hati Montessori: Pernyataan Komnas Anak Jateng tidak benar", yang di muat pada tanggal 11 Oktober 2019, maka Team Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Jawa Tengah mengatakan bahwa Sekolah Pelita Hati Montessori ibarat peribahasa "lempar batu sembunyi Tangan", tegas Ketua Komnas Anak Jateng, DR.H. Endar Susilo SH.MH, kepada Awak media SKI, Senin (14/10/19).

Lebih lanjut, Endar menuturkan, tidak akan menuruti apa yang menjadi permintaan sekolah Pelita Hati Montessori yang beralamatkan di Jln. Wungkal No.18 Semarang Jawa Tengah tersebut.

Endar mengatakan, "Saya bersama Ricky Ananta, SH.MH dan Bagus Ariyanto Santa SH.MH yang datang ke sekolah Pelita Hati pada hari Rabu tanggal 9 Oktober 2019 Minggu lalu, selain kami dari Team Komnas Anak Jateng, Profesi kami bertiga sehari - hari juga sebagai Advokat, jadi kami tidak akan berani menyampaikan hal apapun tentang sekolah Pelita Hati ke media, kalau kami tidak mempunyai bukti".

Ricky Ananta juga menambahkan, bahwa pihak Komnas Anak Jateng mempunyai bukti yang kuat, "Kami mempunyai rekaman pembicaraan Sdr (DR) di HP Kami dan rekaman tersebut kami buat, juga atas seijin sdri (DR), rekaman tersebut akan kami berikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jateng beserta jajaran di atasnya dan Pihak Kepolisian " tandas Ricky.

Sementara itu Bagus Santa juga menambahkan " Tugas dan Fungsi dari Komnas Perlindungan Anak adalah melindungi, memperjuangkan, dan menegakkan Hak anak. Ketika kami mendatangi sekolah tersebut juga membawa surat tugas yang jelas. Kami juga memiliki Bukti dan Saksi sehingga ketika kami membuat aduan kepada kepolisian dan kepada dinas, dalam hal ini sudah cukup memenuhi unsur baik perdata maupun pidana, tambah Bagus.

Kami memberi saran kepada masyarakat. jika ada tindakan yang di lakukan oleh individu maupun Sekolah yang melanggar UU no 23 Tahun 2002 yang sudah di perbarui dengan UU nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, silahkan hubungi Komnas Perlindungan Anak dengan nomer hotline 08 12 12 17 17 57, ucap Bagus salah satu Team Advokasi Komnas Anak Jateng.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa terkait dugaan kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang sedang di tangani Polrestabes Semarang, atas permintaan dari Kejaksaan Negri Semarang, untuk melengkapi berkas perkara diperlukan masukan data atau informasi dari Komnas Perlindungan Anak, oleh karena itu maka Komnas Anak Jateng kemudian menggali infornasi ke pihak - pihak terkait, salah satunya adalah ke Sekolah Pelita Hati Montessori yang diduga tempat anak korban kekerasan bersekolah, namun kehadiran Komnas Anak untuk bertemu dengan kepala sekolah tersebut ditolak oleh salah satu staf Sekolah tersebut yang bernama (DR), tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterang lebih lanjut dari pihak Sekolah Pelita Hati Montessori kepada Redaksi.

Pewarta : Adi

Editor     : Red SKI

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20200528-WA0108

News Feed

Atas Perintah Bupati, Pasar Cileungsi Bogor Ditutup Untuk Sementara

Sab, 30 Mei 2020 10:31:15pm

  SKI|Bogor - Menanggapi laporan resmi Gugus Covid TK Kecamatan Cileungsi yang menyatakan bahwa terdapat pasien positif Covid-19 dari hasil tes...

Polres Bogor Lagi-lagi Ungkap Kasus Bayi Yang Dibuang

Sab, 30 Mei 2020 05:40:12pm

  SKI|Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy melalui Polsek Dramaga Polres Bogor berhasil ungkap kasus pembuang Bayi di Kp. Situ Uncal RT...

Jelang New Normal, Kapolres Bogor Lakukan Kegiatan Bersih-Bersih Masjid dan Sosialisasi

Sab, 30 Mei 2020 07:59:46am

  SKI|Bogor - Banyak hal yang dilakukan oleh Polres Bogor dibawah kepemimpinan AKBP Roland Ronaldy dalam persiapan penerapan regulasi New...

Beberapa Gerbang Objek Wisata TNGHS Ditutup Untuk Sementara

Jum, 29 Mei 2020 10:27:47pm

  SKI|Bogor - Dalam rangka pencegahan penyebaran wabah virus Covid-19 diwilayah Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Cibungbulang, Muspika...

15 Kabupaten/Kota di Jabar Diperbolehkan Laksanakan AKB Pada Masa Pandemi Covid-19

Jum, 29 Mei 2020 09:12:48pm

  SKI|Bandung - Sebanyak 15 Kabupaten/Kota di Jabar sudah diperbolehkan melaksanakan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa...

Gubernur Jabar Lepas Pendistribusian 100 Wastafel Fortabel Secara Simbolik

Jum, 29 Mei 2020 06:57:45am

  SKI|Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil didampingi Ketua...

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Warga Karadenan Terserang DBD

Kam, 28 Mei 2020 08:49:43pm

  SKI|Bogor - Menjelang berakhirnya masa berlakunya PSBB Kabupaten Bogor dan menuju persiapan Fase New Normal, warga Perumahan Taman Cibinong...

Bupati Bogor Terus Lakukan Kajian Persiapan Fase New Normal

Kam, 28 Mei 2020 07:54:38pm

  SKI|Bogor - Guna mempersiapakan fase New Normal di Kabupaten Bogor yang direncanakan akan diterapkan pada awal Juni 2020. Bupati Bogor Ade...

Kapolres Bogor Apresiasi Aksi Cepat Bhabinkamtibmas Tanggulangi Gizi Buruk Bayi Kembar

Kam, 28 Mei 2020 07:09:35pm

  SKI|Bogor - Aksi cepat tanggap seorang Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendapatkan apresiasi dari Kapolres Bogor. Pasalnya petugas...

Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Pemprov Jabar Setelah Libur Iedul Fitri

Sel, 26 Mei 2020 05:13:28pm

  SKI|Bandung - Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah mulai bekerja pada Selasa...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: