SKI | Lotim – Wakil Bupati Lombok Timur H.Edwin Hadiwijaya mengungkapkan rasa keprihatinannya mengenai tingginya angka stunting di Lotim sehingga menempati posisi tertinggi di NTB.
Hal tersebut dikatakan Wabup membuka Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digagas oleh Anggota DPRD Lombok Timur H. Lalu Hasan Rahman. Kegiatan yang berlangsung di Masbagik Utara Baru pada Sabtu (14/3).
” Kami prihatin Lotim masih menempati posisi kasus stunting lotim tertinggi di NTB,” terangnya.
Ia menyebut terdapat tujuh desa yang angka prevalensi stuntingnya berada di atas 40 persen. Diantaranya Sakra Selatan, Kertasari, Kabar, Teros, Sikur Selatan, Penede Gandor, dan Jantuk.
Sementara pencegahan stunting tidak cukup dari pemenuhan gizi saja, tetapi juga harus diperhatikan dari faktor lingkungan sekitar.
” Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah salah satu bentuk intervensi untuk pemenuhan gizi masyarakat,sehingga harus didukung,” tandasnya. (Sul).









