Wakil Bupati Lotim Apresiasi Kinerja Seleparang Finansial

SKI l Lombok Timur-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) H Rumaksi SJ, S.H yang hadir dalam kegiatan itu mengapresiasi terselenggaranya RUPS, dan mengapresiasi juga kepada jajaran Direksi PT Selaparang Finansial yang telah bekerja baik sehingga BUMD itu bisa menyumbangkan deviden kepada kas daerah.

“Selaparang Finansial adalah BUMD yang sehat, saya mengapresiasi kinerja dari para direksi dan jajarannya atas capaian selama ini,” kata Rumaksi  dalam sambutan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) guna melaporkan neraca keuangan BUMD itu di tahun 2021,Senin (14/03).

Bahkan Wabup Rumaksi menyebut untuk membuat usaha dari BUMD itu lebih sehat, ke depan deviden yang didapat mestinya disetorkan 50 persen ke kas daerah, tidak seperti penyertaan modal Pemda Lotim di Bank NTB Syariah yang hasilnya disetorkan 100 persen setiap tahunnya ke kas daerah.

“Untuk menguatkan usaha dari Selaparang Finansial, deviden yang dihasilkan mungkin disetorkan 50 persen saja ke kas daerah, sisanya untuk mengembangkan usaha,” tekannya.

Diterangkan oleh Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani di tahun 2021 BUMD yang dipimpinnya menoreh peningkatan laba bersih 10,4 persen, dengan kisaran Rp4,975 miliar, dan menyumbang PAD ke kas daerah sebesar Rp3,5 miliar, atau mengalami peningkatan dari PAD yang disetorkan tahun lalu sebesar Rp3,38 miliar.

“PAD yang kita setorkan tahun ini meningkat 10 persen. Dari Rp3,38 miliar tahun lalu menjadi Rp 3,5 miliar tahun ini,” ujarnya

Dirinya sangat menyambut baik jika deviden yang dihasilkan hanya disetorkan 50 persen saja ke kas daerah, dan sisanya untuk dijadikan tambahan modal, dengan demikian ditegaskan dia, maka sudah pasti PAD yang akan diberikan oleh pihaknya juga akan mengalami peningkatan.

“Tentu itu akan sangat membantu untuk menambah modal, dan pasti deviden yang akan diberikan juga akan bertambah,” ulasnya.

Iva menyatakan dalam tiga tahun terakhir, BUMD yang dipimpinnya tidak pernah mendapat suntikan modal, di mana hal itu berbanding terbalik dengan setoran PAD sebesar Rp12,4 miliar.

Dari itu ia berharap jika di tahun ini pihaknya mendapat suntikan modal, agar usaha Selaparang Finansial jauh lebih berkembang, dan dampak positifnya semakin besar bagi masyarakat dan utamanya daerah.

“Suntikan modal tentu kami harapkan tahun ini, karena tidak ada itu selama 3 tahun terakhir, dengan adanya itu, tentu kami makin lebih baik,” tegasnya.(Sam).