oleh

Yayasan Darul Muqti Bantah Dugaan Yang Di Lontarkan kepadanya

SKI| Lombok Tengah- Pengelola Yayasan Darul Muqti Monggas membantah soal beberapa tuduhan yang dilontarkan terhadap yayasan yang di kelolanya soal mempersulit administrasi Dapu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Dusun Entek, Desa Sukerare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.

Pengelola Yayasan Andika Rahmatullah mengungkapkan, terkait dengan tuduhan yanh dilontarkan terhadap nya tersebut tidak benar.

Seperti mempersulit administrasi dapur MBG, pernah meminta Fee 500 rupiah per ompreng, serta beberapa ancaman yang dituduhkan dilakukannya terhadap dapur tersebut.

“Semua itu tidak benar, kami tidak pernah begitu, ‘ katanya kepada wartawan Jumat, (15|8).

Selain itu, pihaknya seblumnya dengan terbuka memberikan bantuan terjadi dapur yang dikelola oleh saudara Adis, bahkan selangkah lagi dapur tersebut akan di Approve oleh pihak BGN.

“Itu sebenarnya tinggal beroperasi saja, tapi tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan ke kami, dapur tersebut mengganti yayasan dengan Yayasan CV Radeka Tangkas Catering, ” Tutur nya.

Seharusnya, pihaknya berterimakasih karena telah dibantu dalam hal pendaftaran akun. Jika tidak, dapur itu tidak akan masuk dalam daftar BGN.

“Dia tidak tau berterimakasih, bisa kita bilang orang yang serakah dan tidak tau berterimakasih karena telah dibantu, “

Sebelumnya, Pemilik Yayasan CV Radeka Tangkas Catering Adis mengungkapkan, pihaknya di persulit oleh yayasan Darul Muqti Monggas sehingga pendaftaran administratif yang dilakukan belum juga kelar.

Awalnya, Adis mendaftar kan Dapurnya dengan menggunakan Yayasan addurunnafiz Hidayatul Muqti, namun yayasan tersebut belum mempunyai NIB, sehingga pihak yayasan meminta bantuan ke salah satu pemilik dapur yang ada di Kecamatan jonggat.

Sehingga, dibantu menggunakan yayasan dari Darul Muqti Monggas. Akan tetapi setelah dapur tersebut masuk dalam antrean BGN, di pertengahan mengganti dapurnya

“Kita ganti karena banyak sekali fee yang di minta serta uang pembayaran nanti akan masuk melalui rekening yayasan tersebut, ” Ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, untuk ompreng yang digunakannya, Adis membeli dari yayasan tersebut dengan harga yang lumayan tinggi.

“Kita disuruh beli ompreng disana dengan barga 45 ribu dan itu bisa dicicil nantinya, ” Katanya. (Riki).