SKI | Lotim – Salah satu tokoh aktivis pergerakan Lombok Timur,Mahsar melihat kalau hubungan antara Bupati Lotim,H.Haerul Warisin dengan Wakil Bupati Lotim,H.Edwin Hadiwijaya sudah tidak sejalan di satu tahun kepemimpinan Lotim SMART.
Apalagi Wakil Bupati Lotim jarang dilibatkan dalam kegiatan penting maupun kebijakan di Bumi Patuh Karya,maka ini tentunya antara Bupati dan Wakil Bupati Lotim berjalan sendiri-sendiri.
” Kami melihat kepemimpinan Lotim SMART ini sudah retak hanya manis di permukaan saja,” kata Mahsar,Jumat (27/2).
Menurutnya masyarakat Lotim juga bisa menilai secara terbuka mengenai hubungan Bupati dan Wakil Bupati Lotim dalam keadaan baik-baik saja ataupun sebaliknya.
Karena apa kita lihat saat ini untuk dipertontonkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lotim seperti itulah yang terjadi di lapangan.Apalagi jabatan Bupati dan Wakil Bupati itu politis.
” Kalau sudah retak hubungan pemimpin kita di Lotim bagaimana akan bisa konsisten untuk menjalankan program sesuai dengan janji politik Lotim SMART,” terangnya.
Sementara sejumlah mantan pejuang atau relawan Lotim SMART dalam Pilkada saat diminta tanggapannya dengan tegas membantah kalau Bupati dan Wakil Bupati Lotim pecah kongsi.
” Hubungan bupati dan wakil bupati Lotim baik-baik saja siapa bilang pecah kongsi,”katanya.











