oleh

Bawaslu Serius dan akan Panggil Ketua PGRI Loteng?

SKI| Lombok Tengah – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) angkat bicara Soal Ketua PGRI Kabupaten Lombok Tengah H. Amir yang menyebut Lalu Pathul Bahri Gubernur NTB pada Acara Tasyakuran Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 78.

Lalu Fauzan Hadi menerangkan bahwa, pihaknya akan serius menangani dugaan kampanye yang dilakukan oleh Ketua PGRI pada acara HUT PGRI ke 78 dan Tasyakuran Hari Guru Nasional di Halaman Kantor Bupati Loteng pagi tadi (Senin, 27|23).

“Ini akan kami Atensi serius,” ungkapnya via WhatsApp.

Kemudian saat ditanyakan oleh wartawan, apakah pihaknya aka melakukan pemanggilan terhadap Ketua PGRI atau tidak? Fauzan mengatakan akan membahas dulu untuk langkah selanjutnya.

“Kami akan bahas dulu untuk langkah selanjutnya,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya yang berjudul “Ketua PGRI Loteng Diduga Kampanyekan Pathul Bahri jadi Gubernur NTB” jelas bahwa Ketua PGRI mengatakan hal itu dalam sambutannya.

“Yang terhormat Lalu Pathul Bahri Gubernur NTB 2024-2029,” ungkapnya saat memberikan sambutan di acara HGN dan HUT PGRI Loteng ke 78.

Selain itu juga, Amir mengucapkan terimakasihnya kepada Salah satu anggota DPRD Provinsi NTB Ruslan Turmudzi yang telah memberikan bantuan sehingga gedung PGRI Loteng bisa diselesaikan dan digunakan.

“Terima kepada Bapak Ruslan Turmudzi atas bantuannya,” katanya.

Selain itu, kata Amir juga di berikan bantuan berupa laptop sebanyak 12 unit.

Adapun juga tiga permintaan Ketua PGRI dalam acara tersebut yakni pertama dalam melaksanakan tugas dan kewajiban para guru yang merupakan bagian ASN mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah, masuk kerja pukul 07.00 dan pukang 14.30 dan melakukan absen elektronik menggunakan HP android, sedangkan para siswa kami pulang pukul 12.45.

Untuk itu, memohon kepada Bupati untuk meninjau aturan itu, dan kami para guru mengikuti jam pulang siswa kami
Karena sejatinya para guru walaupun berada dirumah pasti mengerjakan tugas menyiapkan bahan mengajar besok harinya.

Kedua, Dalam kalendar pendidikan, setelah para peserta didik menerima rapot semester gasal maupun genap libur selama 12 hari, dalam hal ini memohon kepada bupati berlibur bersama para siswa kami sesuai kalender pendidikan dan kami tidak aka menentukan hak cuti 12 hari kerja itu.

Kemudian ketiga yakni Meminta kendaraan operasional berupa mobil untuk PGRI Loteng, dikarenakan Kadus yang ribuan itu di berikan sepeda motor (Riki).