Menurutnya, pelatihan tersebut akan menjadi momentum yang baik bagi warganya untuk meningkatkan produktivitas yang diharapkan dapat membangkitkan perekonomian serta kemandirian dalam kehidupan yang lebih baik.
Direktur Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH., MM., mengakui bahwa pemberian pelatihan keterampilan serta peluang usaha di kawasan rawan dan rentan Narkoba bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu, program dan kegiatan kewirausahaan harus dilakukan secara terintegrasi, terpadu, dan berkelanjutan. Dibutuhkan komitmen yang kuat serta sinergitas antara BNN dengan OPD, pendamping, dan masyarakat di kawasan rawan dan rentan tersebut.
Ia berharap pembentukan pendamping sebagai perpanjangan tangan BNN di wilayah rawan dan rentan Narkoba ini dapat membantu masyarakat di kawasan tersebut untuk bangkit dan menyongsong hidup yang lebih baik.
Di samping itu, sebagai bentuk dukungan pemerintah kota, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Pangkal Pinang, Donal Tampubolon, AP, M.Si., menyatakan kesiapannya dalam membantu merumuskan program-program pelatihan apan saja yang akan diberikan kepada masyarakat di kawasan rawan dan rentan Narkoba.
Jenis usaha yang dipilih akan disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal di wilayah Pangkalpinang yang berorientasi pada perdagangan dan jasa pariwisata, untuk kemudian menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual. (red).















Komentar