oleh

BPBD Lotim Tak Tahu Ada Angin Puting Beliung Di Sembalun 

SKI| LOTIM – Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur sampai saat ini belum menerima laporan mengenai adanya bencana angin puting beliung yang memporak-porandakan kantor desa Timbe Gading, Kecamatan Sambalun, Minggu siang kemarin.

” Kami belum mendapatkan laporang mengenai bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah kecamatan Sambalun dan sekitarnya, sehingga kami akan lakukan kroscek ke lapangan,” jawab Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, L.Rusnan singkat saat dikonfirmasi.

Sementara itu Danramil Sembalun,LETTU Inf. Abdul Wahab membenarkan adanya bencana angin puting beliung menerjang wilayah kecamatan Sembalun tepatnya di Kantor Desa Timbe Gading sementara yang diporok porandakan oleh angin puting beliung tersebut.

” Memang betul kantor desa Timbe Gading mengalami kerusakan akibat adanya angin puting beliung tersebut,” ujarnya.

Pada pemberitaan sebelumnya‎ Kantor Desa Sementara Timbe Gading, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur disapu angin puting beliung, Minggu (20|10) sekitar pukul 13.00 wita. Sehingga menyebabkan kantor desa sementara tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah.

Namun untung tidak ada korban jiwa dalam bencana angin puting beliung tersebut,akan tetapi pemerintah desa tetap memberikan himbauan waspada kepada masyarakat sekitarnya untuk mengantisipasi datangnya bencana yang sama.

Kepala Desa Timbe Gading, Ridwan Hardi saat dikonfirmasi membenarkan kalau kantor desa sementaranya mengalami kerusakan yang sangat parah,akibat disapu angin puting beliung yang menimpa wilayah Desa Timba Gading dan sekitarnya.

” Yang rusak akibat angin puting beliung adalah kantor Desa sementara saja, sedangkan pemukiman warga tidak ada yang rusak,” tegasnya.

Ia menjelaskan angin puting beliung tersebut terjadi dengan begitu cepatnya langsung memporak-porandakan kantor desa sementara yang terbuat dari seng dan rangka baja ringan.

Sehingga ada diantara bahan bangunan tersebut diterangkan oleh angin puting beliung tersebut. Kemudian setelah selesai baru pihaknya bersama masyarakat bergotong royong membantu membersihkan bahan bangunan yang diterangkan tersebut.

Termasuk mengangkut inventaris desa ke kantor desa yang belum selesai dibangun untuk mengamankan barang yang masih ada di kantor desa sementera tersebut.

” Kami terpaksa menggunakan kantor desa yang belum jadi tersebut, karena kantor desa sementara rusak berat disapu angin puting beliung,”tandasnya.(Rizal/Red Ski). 

Komentar

News Feed