DPRD Lotim dan Mahasiswa Sepakat Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi‎

SKI l Lombok Timur-Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND) Lotim sepakat bersama menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Karena dianggap akan berdampak terhadap masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Lotim,Badran Achsyid dan Ketua Komisi II DPRD Lotim, M.Waes Al Qorni saat menerima mahasiswa yang melakukan aksi menolak kenaikan harga BBM ke kantor DPRD Lotim,Kamis (1|9).

” Kami menolak kenaikan harga BBM karena ada berdampak besar terhadap masyarakat terutama di Lotim,” kata Badran.

Menurutnya pihaknya akan terus menyuarakan aspirasi rakyat mengenai masalah kenaikan harga BBM ini. Dengan tentunya akan bersurat ke pemerintah pusat untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kenaikan BBM tersebut.

” Kita akan bersurat ke pemerintah pusat untuk menolak kenaikan harga BBM ini,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan Ketua Komisi II DPRD Lotim,M.Waes Al Qorni mengatakan sepakat dengan apa yang disampaikan para mahasiswa yang menolak adanya kenaikan harga BBM tersebut.

” Kami akan melakukan pembahasan melalui fraksi-fraksi yang ada untuk masalah kenaikan BBM ini,termasuk akan bersurat ke pusat,” ujarnya.

Kemudian koordinator aksi, Rohman Ropiki dalam orasinya mengatakan kalau pemerintah hari ini tidak lagi mementingkan rakyat dengan buktinya dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut.

Sementara masyarakat baru saja terpuruk ekonominya akibatnya dengan adanya covid-19 dan penyakit kuku dan mulut kemudian pemerintah menaikkan harga BBM tanpa melihat penderitaan masyarakat dibawah.

” Dimana letak naluri pemerintah terhadap teriakan masyarakat kecil dibawah atas kenaikan harga BBM tersebut,” teriak Rohman.

Setelah puas menyampaikan orasi di kantor DPRD Lotim dan diterima pimpinan dewan Lotim lalu membacakan surat pernyataan dan membubarkan diri dengan tertib.(Sam).