SKI | Kerawang – Civitas Akademik Unsika sedang selenggarakan Demokrasi dalam memilih Rektor sebagai nahkoda PERAHU PENDIDIKAN untuk memajukan dan menghasilkan Pemimpin di masa depan Negri ini.
Tiga kandidat rektor unsika periode 2023 2027 akan bertarung menarik simpati dari anggota senat dan Dikti untuk meraih suara tertinggi memperebutkan kursi rektor unsika, diantaranya kandidat tersebut adalah : 1. Dr. H. Amirudin, Drs , MPD.I, 2. Prof. DR.H. Memen Kustiawan, SE, MS.i, MH, Ak; 3.Prof.Dr. Ade Maman Suherman, SH, M.Sc; adalah Putra2 terbaik Bangsa yg sama-sama mempunyai komitmen tinggi untuk memajukan Pendidikan di tanah air pada umumnya, dan tentu pada Unsika khususnya.
Sebagai PTN unsika yang berada di jalur strategis perbatasan Jawa Barat dan DKI Jakarta memiliki nilai tersendiri, menjadi PTN favorit masyarakat untuk bisa mengikuti pendidikan dan menjadi bagian di civitas akademika unsika.
Ketiga calon rektor memiliki keyakinan akan meraih dukungan suara terbanyak untuk menduduki kursi Rektor Unsika, merupakan optimisme yang harus di apresiasi, namun dari tiga calon hanya satu yang akan ditetapkan sebagai Rektor.
Jelang hari pemilihan yang dijadwalkan tgl 17 mei 2023 semua kegiatan kampus berjalan normal sebab arena pertarungan hanya di batasi oleh pemilih yang memiliki suara.
DR. Ilyas,SH.MH, Dekan Fisip, yang juga Ahli Pidana Narkotika, berpendapat
“support atau dukungan dari civitas yang tidak memiliki suara hanya sebatas penyemangat yang tidak memiliki pengaruh langsung dalam perolehan suara” jelasnya kepada wartawan kami (12/5/23).
“untuk menjamin proses dan hasil pemilihan yang kredibel dan normatif maka proses pemilihan rektor yang akan digelar tgl 17 mei mendatang harus di awasi oleh berbagai kalangan dengan tujuan prosesi pemilihan terbebas dari intrik dan tekanan, sebab sesungguhnya siapapun yang memiliki dukungan suara terbanyak dan ditetapkan menjadi rektor unsika adalah hasil yang juga atas kehendak Nya sebagai orang religius harus yakin calon terpilih adalah amanah yang diberikan oleh sang maha pencipta” papar mantan Kasi Rehabilitasi di BNNP Cirebon ini lagi.
Dengan mengenang dirinya yg mantan Reporter RRI, beliau mengharapkan ini sebagai pelajaran dan penerangan Demokrasi bagi masyarakat umumnya dan Civitas Akademik Unsika khusunya.
“Saya hanya menegaskan atas keyakinan itu lah maka siapapun yang terpilih harus dihormati dan didukung untuk memimpin unsika, pertarungan harus selesai sampai batas perhitungan suara” ujar Dekan Fisip ini.
“Usai pilrektor, keluarga besar unsika untuk tidak terkotak kotak hanya karena berbeda pilihannya, inilah yang dikatakan MARWAH DEMOKRASI yg sebenarnya, semoga” Pungkas Dr.Ilyas, SH, MH,: (ynzr)















