oleh

Dugaan Pengembang Caplok Tanah Warga, Pemerintah Desa Cijayanti Fasilitasi Mediasi

 

SKI|Bogor – Supratikno (Tikno) pemilik tanah yang berlokasi di Kecamatan Babakan Madang merasa dirugikan terkait tanah hak miliknya seluas +/- 1.500 M2 dikuasai oleh PT. BBH yang diduga dijual belikan oleh PT. Sentul City Tbk. Hal tersebut disampaikan Tikno pada saat mediasi di Kantor Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Rabu (17/02/’21).

Dalam keterangannya Tikno menyampaikan bahwa tanah miliknya yang dibeli dari soudara Erwinsyah warga kampung Banceuy RT. 01 RW. 01 Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, selaku pemilik tanah sebelumnya Erwin menjual tanah lahan milik keluarganya itu kepada Tikno.

Seiring waktu berjalan, usai dirinya menjual kepada Tikno tersebut dihadapan notaris maupun pemdes setempat (Desa Cijayanti- red.) yang semula tanah tersebut ditanami pohon singkong dan lainnya telah berubah fungsi jadi lahan perumahan milik PT. Bhakti Bangun Harmoni (BBH) yang diduga dijual belikan oleh pihak Sentul City.

Upaya mediasi sebelumnyapun minta dilakukan, namun pihak PT. BBH maupun Sentul City tidak hadir memperlihatkan niat baiknya untuk menyelesaikan perkara perselisihan tersebut sehingga pihak Tikno menjadwalkan kembali mediasi selanjutnya hari ini (17/2/’21).

“Kami sudah dua kali melayangkan surat kepada pihak PT. BBH maupun pihak Sentul City dengan harapan bisa hadir untuk melakukan mediasi penyelesaian masalah sengketa lahan kami yang dikuasai pihak PT. BBH tersebut yang kami duga dijual belikan oleh pihak Sentul City,” ungkap Tikno.

Pada pertemuan mediasi hari ini bertempat di Aula Desa Cijayanti Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor dipimpin langsung oleh Kasi Pemerintahan Desa Cijayanti, Mulyadi dan dihadiri dari pihak keluarga Tikno serta pihak PT. BBH yang diwakili Legal sdri. Debora dan sdr. Adit.

Dalam keterangannya legal pihak PT. BBH menyampaikan bahwa mereka belum tau lokasi lahan tanah yang dipermasalahkan. Akhir dari pertemuan tidak ada hasil kesepakatan, pihak Tikno pun meminta secara resmi agar PT. BBH membuat jadwal/undangan pertemuan mediasi selanjutnya dengan catatan membawa data-data yang berkaitan dengan lengkap. (UT)

Komentar

News Feed