oleh

Giat Kapolsek Anjatan Proses Pemulasaran Pasien Meninggal Dunia di RSUD Indramayu dengan Dx Covid-19 Terkonfirmasi

SKI | INDRAMAYU – Senin 21 Juni 2021, sekitar pukul 15.00 WIB, bertempat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Karangrata Desa Anjatan Kec. Anjatan Kab. Indramayu – Jawa Barat yang telah dilaksanakan Proses Pemulasaraan Pasien Meninggal Dunia di RSUD Indramayu a.n sdri. Sairah (59th) yang beralamatkan Dusun Karangmalang RT.01/RW.02 Desa/Kec. Anjatan Kab. Indramayu dengan Dx Covid-19 terkonfirmasi.

Adapun kronologisnya, pada hari Selasa 15 Juni 2021 sekitar pukul 12.02 WIB, Sdri. Sairah mengeluh sakit pernafasan akhirnya dari Pihak Keluarga membawa ke RSUD Indramayu setelah sampai di RSUD Indramayu Pasien dimasukan Ruang Isolasi dengan hasil diagnosa dari Dokter adalah obs dyspneu ec pneumonia dd covid-19 dan terhadap Pasien telah dilakukan tes Swab dengan hasil terkonfirmasi (+) Positif Virus Covid-19,” katanya.

Dan pada hari Senin 21 Juni 2021 sekitar pukul 08.30 WIB, Pasien PDP Isolasi Covid-19, Sdri. Sairah dinyatakan Meninggal Dunia oleh Dokter, selanjutnya Pihak RSUD Indramayu berkoordinasi dengan Muspika dan Pihak Keluarga untuk proses pemakaman Jenazah akan dilakukan SOP penanganan Jenazah Covid-19,” paparnya.

Proses pelaksanaan pemakaman Pasien telah dilakukan Pengamanan dari Polsek Anjatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Anjatan Iptu Heriyanto, SH, Koramil 1614/Anjatan dihadiri Camat Anjatan yang diwakili oleh Kasitrantib Moh. Karsam, S.H., M.Si., Kepala Puskesmas Anjatan H. Aco Sudiarto, S.KM., MM., Pemerintah Desa (Pemdes) Anjatan dan disaksikan Perwakilan Keluarga Pasien.

Sekitar Pukul 15.30 WIB Proses Pemulasaraan dan Pemakaman Pasien Meninggal dunia a.n sdri Sairah telah selesai dilaksanakan situasi berjalan aman dan Kondusif.

Lebih lanjutnya, pada Proses Pemakaman dilakukan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 yang dilakukan oleh Petugas Medis RSUD Indramayu Mitra dengan Menggunakan APD (alat Pelindung diri) sesuai Prokes Covid-19.

Sedangkan dari pihak Keluarga menerima dilakukan Pemakaman secara Protokol Kesehatan Covid-19 guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19, dan ketika Jenazah dilakukan Pemakaman tidak terjadi adanya Penolakan oleh Pihak Keluarga dan Warga Masyarakat sekitar terkait dengan proses Pemulasaran atau Pemakaman Prokes Covid-19. Pungkas. (Yana BS)

News Feed