SKI | Jakarta – Paguyuban Advokasi Sunda Indonesia, (PAKSI) Membuat Laporan masyarakat di Bareskrim Polri terkait pernyataan YouTuber Resbob atau Adimas Firdaus yang berucapan kasar kepada suku Sunda dengan hinaan.
Pernyataan tersebut memicu kemarahan luas di media sosial. Insiden ini menimbulkan reaksi keras dari publik hingga pejabat daerah, yang menilai pernyataan Resbob dapat memicu konflik antar kelompok masyarakat.
Budi Rahman,S.H,.M.H sekjen Paguyuban Advokasi Sunda Indonesia (PAKSI) menuturkan bahwa, kami datang ke Bareskrim Polri karena kami sangat terganggu dengan statement yang telah di sampaikan oleh Dimas Putra Nasihan yang viral di media sosial yang menyebut orang sunda binatang, tegasnya kepada awak media, Jum’at (13/12/2025).
Sementara yang jadi menteri dan bantu presiden kita banyak juga orang sunda , ada kebanggaan kita Jaksa Agung yang capaiannya luar biasa, Panglima TNI , Purbaya dan masih banyak lagi para pejabat tinggi kita orang sunda.saudara-saudara kami orang sunda marah , petarung-petarung orang sunda marah , komunitas marah , tapi kami Paguyuban Advokasi mengekspresikan dengan marah yang elegan, ungkapnya.
“Kami tidak mau adanya main hakim sendiri , kami melakukan pidana dengan membuat laporan masyarakat, dan kami berharap yang terhormat Kapolri agar menindak tegas dan tangkap Dimas”, ucapnya.
Kalau bisa tidak melewati minggu ini yang tersebut sudah di tangkap , dia sudah meresahkan orang sunda, pak Erwan Setiawan wakil Gubernur sudah marah besar dan tidak mau kejadian ini menjadi isu sara , orang sunda terbuka siapapun yang datang dari suku atau ras apapun selalu terbuka , kami menyesalkan , kami hangat terhadap orang lain , tapi kenapa tiba-tiba orang ini celetuknya kurang ajar dan mengganggu orang Sunda.
Terkait dengan pasal yang kami adukan yaitu pasal 28 undang-undang no 1 tahun 2024 jelas , KUHP 160 , pasal mengenai diskriminasi , pesan kami dari PAKSI yang di pimpin oleh Ali Nurdin menyampaikan pesan semoga Kapolri melalui jajarannya segera menangkap yang telah membuat keresahan masyarakat sunda , kalau hanya sekedar permohonan maaf itu tidak cukup , perbuatan itu sudah terjadi dan telah menyakiti perasaan orang-orang sunda bukan hanya orang sunda yang di Indonesia saja tapi yang di luar negeri juga merasa terganggu, tandasnya.
Tadi kami lampirkan beberapa bukti berupa sreencshoot di media sosial dan kemarahan dari Masyarkat mulai dari selebriti, tokoh adat ,tokoh masyarakat dan teman-teman youtuber.
Ðisisi yang sama, Iman Nurfakah salah satu pengurus PAKSi Pusat ungkapkan bahwa, Saat ini banyak kegaduhan yang di buat melalui flatfon media sosial tapi ujung-ujungnya hanya permohonan maaf saja, kejadian seperti ini jangan hanya permintaan maaf saja atau klarifikasi saja tapi harus tetap melalui proses hukum agar ada efek jera , sehingga setiap warga indonesia yang berbagai suku , ras dan agama saling toleransi satu sama lain dan jangan sampai kejadian ini menjadi isu kemana-mana, kami dari Pengurus pusat PAKSI sangat meminta Kapolri agar segera bertindak, tutupnya. (Why).















