SKI | Jakarta – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Jakarta, Syarpani mengatakan bahwa hari ini memperingati Hari Bakti Kemenimipas ke-1 Tahun 2025 suatu kehormatan sekali Lapas Narkotika menjadi tuan rumah, dimana acara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri IMIPAS Agus Andrianto.
“Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) Jenderal (Purn) Pol. Agus Andrianto tidak akan toleransi terhadap bandar narkoba yang mencoba menyelundupkan ke Lembaga Pemasyarakatan melalui pembalut wanita maupun makanan dari pengunjung,” ujar Kalapas kepada wartawan usai acara Hari Bakti Kemenimipas ke-1 Tahun 2025 di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (19/11).
Kalapas Syarpani mengklaim semenjak dari bulan Febuari 2025 telah menggagalkan sebanyak 7 kali penyelundupan handphone yang dibawa oleh pengunjung mulai dari ceker ayam, pembalut wanita maupun upaya lainnya dari pengunjung untuk bisa memasukkan narkoba ke dalam Lapas.
“Himbauan kami kepada masyarakat, sekeras apapun atau sekuat apapun kita untuk memberantas narkoba tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri tentunya akan memperlambat proses dalam pemberantasan narkoba,” ujar Kalapas Syarpani.
Kalapas mengatakan bahwa kapasitas Lapas ini sekitar 1.050, untuk keseluruhannya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ada 2.250. Beberapa waktu di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta pernah menampung WBP sekitar 3.700.
“Sekarang ini untuk para bandar narkoba yang level tinggi semenjak dari awal tahun 2025 sudah dipindahkan dari sini ke Lapas Nusakambangan sekitar 500 WBP. Ini perintah langsung dari pak menteri yakni zero tolerans terhadap narkoba, penyimpangan pungutan liar, pihaknya menekankan bahwa pak menteri tidak toleransi akan hal tersebut,” ujar Kalapas Syarpani
Dia menambahkan tentunya ini sebuah komitmen dari pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta ataupun pemasyarakatan yang telah dibuktikan prestasinya Menteri IMIPAS.
“Tadi juga sudah dibahas mengenai ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, dan yang pak menteri kerjakan sudah sangat luar biasa dampaknya terhadap pemasyarakatan,” ujar Kalapas Syarpani. (Red).














