Lahan Seluas 1521 Meter Yang Menjadi Kios Pasar Wilayah Jatiwarna Bekasi di Gugat

SKI | BEKASI – Lahan Seluas 1521 meter persegi yang sudah puluhan tahun dimiliknya dan dijadikan usaha bangunan pasar diwilayah RT03/03 kelurahan Jatiwarna, kecamatan Pondok melati kerap mendapat gugatan dari warga atau yang mengaku ahli waris pemilik tanah.yang saat ini tanah tersebut dikuasi oleh Mulih, jumat.(22/2/24)

Pihak penggugat mendatangi lokasi lahan yang diperuntukkan kios pasar tersebut bersama pihak kejaksaan kota Bekasi menujukan bahwa lahan tersebut adalah miliknya.

Pihak yang digugat atas atas nama ahli waris Mulih yang beralamat di Jalan raya bulak tinggi RT 04/03 kelurahan Jatiwarna, kecamatan Pondok melati, mengaku, memiliki lahan 1521 meter tersebut sejak 40 tahun lalu, dimana lahan tersebut dia dapat dari orang tuanya yang bernama Haji Yam, Ungkap Mulih kepada awak media.

“Kami memiliki bukti surat ahli waris terhadap lahan seluas 1521 ini, dan kami sudah 40 tahun dilokasi ini yqng dijadikan pasar dan adanya bukti kepemilikan tertulis yang sah, ketika pemilik lahan yang mewakafkan untuk dibangun kios pasar, tegasnya.

Disisi lain, Nur Asiah ketua RW.03 sekaligus pedagang dirinya mengaku, sejak saya kecil orang tua saya berdagang di pasar ini, dan saya mengetahui kalau lahan ini milik Pa Haji Yam, setelah itu dilanjutkan sama Bang Mulih, tegasnya.

Mengenai kepemilikan surat-suratnya saya tidak tahu, karena memang saya jadi RW pun baru 1 tahun, jadi kalau untuk kepemilikan surat-suratnya saya tidak tahu. Namun saya tahunya pasar ini memang milik Haji Yam yang dilanjutkan sama Pak Mulih anak dari Pak haji Yam, ucap Aisah

Dalam hal ini, Mulih mempersilakan, bagi yang ingin menggugat lahan yang sudah berdiri bangunan kios pasar tersebut. Karena dengan adanya gugatan tersebut, status lahan akan menjadi jelas setelah melalui putusan pengadilan.

“Kalau ada yang menggugat, silahkan saja, karena itu kan haknya masyarakat. Justru setelah adanya gugatan dan melalui proses pengadilan, maka ada putusan inkrah yang baru kami bisa tindak lanjuti,” beber Mulih. (Egi)