oleh

PMII Lotim Sorot Masalah Kisruh Honda, Pejabat Nonjob San Plt BUMD

SKI| LOTIM – Puluhan mahasiswa Lombok Timur yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi yang kedua kalinya, dengan menggedor kantor Bupati Lotim, Rabu (2/10). Setelah sebelumnya melakukan aksi yang sama akan tapi belum mendapatkan respon terhadap apa yang menjadi tuntutannya.

Dalam aksinya para mahasiswa tersebut menyorot berbagai persoalan yang ada dibawah kepemimpinan Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi. Diantaranya mengenai masalah membengkaknya tenaga honor daerah dua kali lipat dari sebelumnya, lalu banyaknya pejabat yang dinonjobkan, dugaan jual beli jabatan dan masalah masih Pelaksana Tugas (Plt) Direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang hampir satu tahun.

” Kami melakukan aksi yang kedua kalinya dengan tuntutan yang sama, karena Bupati dan Wakil Bupati Lotim belum merespon apa yang menjadi tuntutan kami sampai saat ini,” teriak orator aksi, Irwan Safari dalam orasinya di depan kantor Bupati Lotim.

Para mahasiswa juga menilai kalau Bupati dalam menempatkan orang untuk menduduki jabatan dinilai kental nepotisme, hal ini terbukti baik di jajaran birokrasi maupun BUMD. Dengan tidak menempatkan orang berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya, melainkan didasarkan dengan faktor kedekatan.

” Satu tahun kepemimpinan Sukma di Lotim realisasi janji politiknya belum dirasakan masyarakat di Lotim, sehingga kami menuntut agar pemerintah Sukma untuk segera merealisasi janji politiknya,” kata orator lainnya, Zahra dalam orasinya.

Oleh karena itu, para mahasiswa meminta kepada bupati dan wakil bupati Lotim untuk memperbaiki tataran birokrasi di Lotim maupun BUMD yang ada. Dengan segera melakukan pansel terhadap BUMD yang masih Plt tersebut.Termasuk segera memberikan jabatan kepada para ASN yang dinonjobkan dengan mengedepankan prinsip keadilan sebagaimana yang selalu dikatakan Bupati Lotim.

Begitu juga mengenai adanya dugaan jual beli SK untuk masuk menjadi tenaga honda yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab harus segera diusut tuntas. Seperti kasus  di LLAJ Dinas Perhubungan Lotim dan Satuan Polisi Pamong Praja sudah keluar SK-nya akan tapi karena tidak bisa mengeluarkan yang diminta oknum tersebut, sehingga menyebabkan SK tak kunjung keluar.

” Kalau memang BUMD yang ada tidak memberikan kontribusi kepada daerah ataulah lebih banyak merugikan daerah lebih baik dibubarkan saja, ketimbang akan menjadi beban daerah,” tegas Irwan Safari lagi dalam orasinya.

” Kami melakukan aksi ini bukan karena benci, akan tapi karena sayang dalam rangka menuju Lotim yang lebih maju lagi,” teriak para orator aksi secara bergantian.
 
Setelah puas menyampaikan orasi Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ kemudian menerima perwakilan aksi. Dengan memberikan penjelasan kalau apa yang dilakukan mahasiswa saat ini tentunya sangat baik sebagai fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya pemerintah di Lotim yang sedang berjalan saat ini.

Begitu juga mengenai masalah apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan disampaikan kepada Bupati Lotim selaku orang yang memegang palu di Lotim, sedangkan dirinya hanya merupakan seorang wakil Bupati yang tentunya kebijakannya sangat terbatas.

” Yang jelas apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sangat apresiasi dengan baik untuk kemudian nantinya akan dilaporkan ke Bupati Lotim selaku pemegang kebijakan di Lotim,” tegas Wabup.

Kemudian setelah mendapatkan penjelasan dari Wakil Bupati massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib, setelah membacakan peryataan sikapnya.(Red Ski).

Komentar

News Feed