oleh

Mapolres Jakpus Gelar Giat Penyuluhan Hukum Terpadu Di Wilkum Jakpus

SKI, Jakarta – Mapolres Jakpus adakan Giat Penyuluhan Hukum Terpadu di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2019 di kelurahan kramat, kec. Senen, kamis (8/8/19).

Lurah Kel. Kramat H. Sukarjo, S.H, dalam sambutanya, terimakasih kepada para peserta kegiatan yang sudah menyempatkan hadir dalam giat penyuluhan ini. Dalam rangka sosialisasi tentang hukum, saya berharap penyuluhan ini dapat memberi manfaat bagi kita dan kita dapat menerapkan pada lingkungan tempat tinggal kita agar menjadi lebih baik lagi.

Disisi lain, Sambutan dari Asisten Pemerintahan Bpk. Made Suwardjaya.
Dengan adanya kegiatan ini kami mencoba untuk menyerap aspirasi warga apakah itu berupa keluhan atau kekurangan dan merangkum itu semua untuk menjadi pedoman kebijakan yg akan datang. Mencari tahu masalah apa yg terjadi di lingkungan masyarakat sehingga dapat menjadi masukan bagi kami untuk menangani konflik sosial yg ada wilayah Kel. Kramat.

Selanjutnya, Sambutan dan Penyampaian Materi oleh Kasat Binmas Polres Metro Jakpus AKBP Syarif Hidayat, S.H, yang memberikan materi tentang Penyuluhan Hukum Wilayah Jakarta Pusat.

Karakteristik Wilayah Jakarta Pusat. Dimana Jakarta Pusat merupakan wilayah yang padat penduduk yg berada di tengah kota Jakarta.

Situasi Wilayah Jakarta Pusat. Jakarta Pusat terdiri dari 8 Kecamatan dengan 44 Kelurahan. Dengan masing – masing jumlah penduduk setiap wilayah berbeda beda. Di tambah lagi dengan banyaknya pusat pemerintahan yang berada di wilayah Jakarta Pusat dan beberapa area wisata salah satunya Monas.

Adapun Peran Polri Dalam Mewujudkan dan Memelihara Kamtibmas antara lain, 

– Aman : masyarakat dapat melakukan aktifitasnya tanpa adanya rasa takut sehingga dapat terus berkembang dari hari ke hari.

– Untuk mewujudkan dan memelihara keamanan Polri tidak dapat berdiri sendiri. Harus ada kemitraan dengan stakeholder dalam rangka mencari akar masalah dan menemukan solusinya. Salah satunya adalah dengan mewujudkan Parmas.

– Parmas , dalam hal ini adalah adanya kesadaran dari masyarakat untuk mengamankan dirinya sendiri, patuh hukum serta mau memberi informasi yg penting bagi pemecahan masalah Kamtibmas yg terjadi.

Perkembangan Ancaman di Wilkum Polres Metro Jakarta Pusat, Politik : Issue kegagalan pemerintah, Pemerintah masih dianggap melakukan korupsi dan belum mampu atasi korupsi di Indonesia dan Sengketa Pemilu.

Ekonomi : Nilai tukar rupiah terhadap dollar, Kenaikan harga BBM, Gas dan sembako. Berlakunya Actaf (Arsenal Cina Free Trade Agreement) yg mengakibatkan produksi dalam negeri tidak dapat bersaing. Kelangkaan sembako yg disebabkan oleh spekulan menimbun sembako.

Sosbud :

– Eksploitasi daerah kumuh
– Eksploitasi pemukiman liar
– Giat ormas dan kelompok premanisme
– Pengangguran dan kemiskinan
– Tuntutan menjadi PNS
– Masalah jaminan sosial

Keamanan:

– Ancaman terorisme
– Peredaran narkoba
– Sengketa tanah
– Ancaman terhadap anggota Polri

Adapun gangguan nyata:
– Bentrok saat demo
– Curhat dan curas dengan senpi
– Pencurian
– Pengrusakan
– Penganiyaan
– Pembunuh
– Pemerkosaan
– Tawuran
– Narkoba
– Ancaman Bom

Ancaman Nyata Yang Ada Di Depan Kita:
– Hoaks
– Radikalisme
– Penipuan
– Pornografi
– Bullying
– Prostitusi
– Isu sara dan ujaran kebencian

Bentuk dan Saluran Penyebaran Hoaks:
Hasil survei daring Mastel yg diikuti oleh 1.116 responden pada tahun 2017 menunjukan media sosial, aplikasi komunikasi dan situs web. Menjadi saluran tertinggi dalam penyebaran Hoaks dalam bentuk tulisan, gambar dan video.

Tujuan dan Dampak Hoaks:
1. Provokasi dan agitasi negative
2. Menyulut kebencian, kemarahan dan hasutan kepada org lain untuk menimbulkan kerusuhan.
3. Membentuk persepsi negatif dalam memanipulasi alam pikiran dan memberikan respon seperti keinginan membuat berita palsu.
4. Menimbulkan opini negatif
5. Menghancurkan kepercayaan akan datang dan kebenaran

Media dan Sasaran Hate Speech. Media :
– Orasi Kampanye
– Pamflet
– Spanduk / banner
– Medsos
– Media Masa
– Ceramah keagamaan
– Demonstrasi

Sasaran hate speech:
– Suku
– Agama
– Antar golongan
– Gender
– Warna kulit
– Keyakinan / kepercayaan
– Orientasi seksual
– Aliran agama
– Difabel

Dengan itu Langkah – Langkah Yang Dilakukan:
1. Fungsi Intel
– Memberikan ijin dan mengawasi kegiatan keramaian umum dan kegiatan masyarakat
– Deteksi dan penggalangan masyarakat
– Menerima pemberitahuan tentang kegiatan politik

2. Fungsi Preventif (Binmas)
– Pembinaan terhadap potensi masyarakat
– Pembinaan ketertiban masyarakat (Bintibmas)
– Pembinaan keamanan swakarsa (Binkamsa)
– Pembinaan pemolisian masyarakat (Binpolmas)
– Pembinaan kepolisian khusus (Binkorpolsus)

3.Fungsi Preventif (Sabhara dan Lantas)
– – Melaksanakan turjawali terhadap kegiatan masyarakat & pemerintah.
– Menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban & kelancaran lalulintas.

Fungsi Represif ( Reserse / Narkoba)
– Melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundangan lainnya.

Upaya Polres Metro Jakarta Pusat Dalam Mengantisipasi Gangguan Kamtibmas*
– Kerjasama dengan citra bhayangkara, Mitra Kamtibmas , Da’i dan ulama
– Menyebarluaskan foto pelaku tindak kriminal
– Menyebar himbauan Kamtibmas
– Mensosialisasikan FKPM (Forum Kemitraan Polri Dan Masyarakat)
– Melaksanakan Ops rutin dengan pola ops mandiri kewilayahan.
– Menempatkan personil intelkam
– Sat narkoba aktif melakukan bimbingan dan penyuluhan dalam menanggulangi peredaran narkoba
– Polsek dan Pospol secara rutin mengadakan pertemuan dengan unsur masyarakat
– Bekerja sama dan memberdayakan linmas dan trantib
– Menggiatkan kbali siskamling

Harapan Masyarakat Pada Polri
– Secara fisik berada di tengah masyarakat
– Berprilaku simpatik dalam menjalankan tugas.
– Mampu menguasai bidang tugasnya dengan cepat, tepat dan adil.
– Mamp u menjadi motivator masyarakat.
– Mampuenjadi teladan dalam hal hukum

Harapan Polri Kepada Masyarakat*
– Kesadar and masyarakat dalam berpatisipasi secara aktif dalam keamanan.
– Mempunyai kepedulian yg tinggi terhadap lingkungannya
– Tidak main hakim sendiri
– Ketaatan warganya terhadap hukum (situasi kondusif).
– Partisipasi masyarakat (membantu Polri) dalam memelihara Kamtibmas dan menegakkan hukum yg berlaku.
– Terjalinnya komunikasi yg harmonis antar petugas kepolisian dan masyarakat.
– Positif thinking dengan kehadiran Polri.

Turut Hadir dalam kegiatan :
1. Kasat Binmas Polres Metro Jakpus AKBP Syarif Hidayat, S.H
2. Lurah Kel. Kramat H. Sukarjo , S.H
3. Bpk. Made (Aspem Jakarta Pusat)
4. Ibu Dewi Marsitoh (BPN Jakarta Pusat)
5. Kapolsubsektor Pasar Gaplok Iptu Giyono
6. Bhabinkamtibmas Kel. Kramat Aiptu Maskur
8. Audience terdiri dari RT, RW, dan Ibu – Ibu PKK, LMK dan FKDM Wilayah Kelurahan Kramat berjumlah 70 orang. (Red SKI) 

Komentar

News Feed