SKI | JAKARTA – Institusi Polri kembali melakukan rotasi jabatan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Kapolres Metro Jakarta Pusat. Jabatan tersebut kini resmi diemban oleh Kombes Pol Dr. Reynold E. P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menggantikan Brigjen Pol Dr. Susatyo Purnomo Condro, S.H., S.I.K., M.Si.
Diketahui, Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Brigjen Pol Susatyo yang kini menyandang pangkat Perwira Tinggi Polri mendapat amanah baru sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Bareskrim Polri.
Pergantian kepemimpinan ini membawa sosok Kombes Pol Reynold Hutagalung yang dikenal memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman kuat di bidang reserse. Perwira menengah Polri kelahiran Jakarta, 16 November 1977, ini sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Inafis Bareskrim Polri dalam rangka mengikuti Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Anggaran 2025.
Kombes Reynold merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 dan mengawali karier kepolisiannya di wilayah Bandung, Jawa Barat. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan penting, di antaranya Kasat Reskrim Polres Bandung Barat, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu, hingga Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok.
Sepanjang pengabdiannya, sejumlah kasus besar berhasil diungkap, mulai dari kasus penembakan karyawan BRILink di Lampung Timur, kasus polisi tembak polisi di Way Pengubuan, hingga pengungkapan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan puluhan perempuan asal Nusa Tenggara Barat pada 2023.
Ia juga pernah dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi Kapolri pada era Jenderal (Purn) Idham Azis, sebuah posisi yang menuntut integritas tinggi serta kedekatan dengan pucuk pimpinan Polri.
Dari sisi akademik, Kombes Reynold Hutagalung menyandang gelar Doktor Ilmu Kepolisian yang diraih dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 30 Juli 2019 dengan predikat cumlaude. Riwayat pendidikannya mencakup jenjang ekonomi, hukum, hingga pendidikan kedinasan Polri, termasuk Sespimmen dan Sespimti Polri. (Why).








