oleh

Siswa di Lombok Tengah Keracunan Usai Konsumsi Makanan Gizi Gratis, BBPOM Soroti Standar Keamanan Pangan

SKI | Mataram, – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram, Yosef Dwi Irwan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima sampel makanan Program Makanan Gizi Gratis (MBG) di Pringgarata, Lombok Tengah, yang menimbulkan insiden keracunan kepada beberapa siswa Apri 2025 lalu.

Yosef Dwi Irwan, mengatakan bahwa pihaknya memang telah menerima sampel MBG untuk diuji guna menentukan penyebab pasti dari kasus tersebut.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Kadinkes Lombok Tengah, adanya cemaran mengindikasikan bahwa higiene dan sanitasi tidak dilaksanakan dengan baik,” jelasnya, Minggu (11/05).

Menurut Yosef, meskipun MBG merupakan program yang baik untuk mendukung tumbuh kembang fisik dan intelektual anak, aspek keamanan pangan harus mendapat perhatian lebih.

“Pangan yang dikonsumsi harus dipastikan aman, bebas dari cemaran fisik, kimia, dan biologi. Pangan yang tercemar berisiko mengakibatkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah keracunan,” tambahnya.

Sebagai program di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional, BBPOM Mataram menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung peningkatan standar dapur produksi MBG serta memberikan pelatihan keamanan pangan bagi penjamah makanan jika diperlukan.

Selain itu, Yosef menjelaskan bahwa pengujian sampel MBG bisa dilakukan oleh SPPG (Sentra Produksi Pangan Gizi) melalui pengujian sampel pihak ketiga dengan tarif sesuai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kami juga terbatas anggaran jika harus melakukan pengujian sampel setiap hari dan pada setiap SPPG. Namun, yang terpenting adalah penerapan Cara Produksi Pangan Siap Saji yang Baik pada setiap rantai proses pangan untuk mencegah terjadinya cemaran, baik fisik, kimia, maupun mikrobiologi,” tegasnya.

Menurut Yosef, komitmen dalam implementasi keamanan pangan harus dilakukan secara berkelanjutan, dari tingkat pimpinan hingga pelaksana, dengan self-assessment dan perbaikan berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tetap aman dan tidak berisiko bagi kesehatan siswa.

“Lebih baik sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Pihak BBPOM bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber kontaminasi dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.

“Terkait SOP dan persetujuan dapur MBG kewenangan penuh dari BGN, namun demikian kami bersama dinas kesehatan senantiasa siap mendukung jika memang diperlukan atau ada permintaan dari pihak SPPGnya” tandas Yosef. (Kautsar)