oleh

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu Ciduk 4 Sindikat Pemalsuan Uang

SKI | Indramayu – Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Jayalaksanan Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu, pada Kamis 20 Mei 2021, sekitar pukul 19.00 WIB, dengan Barang Bukti (BB) uang pecahan Rp. 100.000,- dengan total sebanyak 11,5 Miliar, 55 Lembar hasil cetakan yang belum dipotong, dan dua karung berisi uang, 49 lembar uang Canada yang belum di potong, 29 bundel uang Dollar Amerika dan satu bundel uang Dollar Singapura.

Selain itu BB berupa uang asli Rp. 1.100.000,- hasil penjualan uang palsu, satu unit mobil civic warna silver, satu unit sepeda motor Yamaha X Ride warna putih, satu unit alat penghitung uang dan 3 unit handpone.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang. menjelaskan dalam pres rilisnya, bahwa pengungkapan sindikat itu berawal dari patroli Satuan Reserse Mobile (Satresmob), dua orang yang mencurigakan ketika didekati satu orang lari, tentu saja petugas jadi curiga hingga menangkap salah satu diantaranya yang tidak sempat kabur,” tuturnya, Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara dan Paur Humas Ipda Agus Setiwan.

Satu orang yang tertangkap itu berinisial CAR (52th), Polisi temukan ternyata merupakan jaringan sindikat pencetak dan pengedar uang palsu, yang kemudian menangkap Sam (42th) yang salah satu kabur itu, Mereka berdua diduga pengedar uang palsu.

Dan terakhir hasil dari pengembangan, Polisi berhasil menangkap GUF (45th) dan IM (46th), dari penangkapan itu, Polisi menemukan uang palsu senilai Rp.11 miliar yang tersimpan dua karung putih di sebuah gubug empang di Desa Cemara Kecamatan Losarang – Indramayu.

Pengakuan awal Mereka, uang palsu yang tersimpan nilainya Rp.24 miliar, namun setelah dihitung ternyata hanya Rp.11 miliar pecahan Rp.100 ribuan, dan ada juga yang belum sempat di potong masih bentuk lembaran kertas.

Mendengar pengakuanya, Mereka sempat melakukan transaksi dengan orang Lampung, katanya, dan Kami masih menelusuri uang lainnya yang dilaporkan sebanyak Rp.24 miliar, tapi cuma ada Rp.11 miliar setelah yang dua karung itu dihitung,” tandasnya. (Yana BS)

Komentar

News Feed