SKI| Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah melantik tujuh penjabat Kepala Desa lantaran Kepala Desa sebelumnya mengundurkan diri karena ikut menjadi caleg 2024 mendatang.
Selain melantik tujuh penjabat Kepala Desa, Bupati juga melantik 115 anggota Badan Permusyawaratan Desa atau BPD di 15 Desa.
Dalam sambutannya, Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri berpesan kepada penjabat Kepala Desa dan BPD untuk menjadi mitra yang baik.
“Kalau ada persoalan di masyarakat ya dimusyawarahkan dengan BPD. Karena kalau itu dilakukan, maka tidak akan ada maslah di Desa,” katanya.
Pathul juga mengingatkan kepada Kepala Desa untuk tidak langsung melapor kepada Dinas DPMD terkait persoalan yang terjadi di Desa.
“Jangan sedikit – sedikit lapor ke DPMD, saat ini banyak kasus di Desa, ada yang bisa diselesaikan dan ada yang tidak. Kadang lupa pajak, persoalan administrasi, dan persoalan lainnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa, BPD adalah mitra Kepala Desa, sehingga sangat perlu menjaga kemitraan antara Kepala Desa dan BPD.
“Kunci orang menjadi Kepala Desa ialah sering – sering silaturrahmi, dan saat ini perlu berhati – hati karena sedang musim politik,”
Adapun tujuh penjabat Kepala Desa yang dilantik Bupati Lombok Tengah ialah, Sudiatip dilantik sebagai penjabat Kepala Desa Ubung, Kecamatan Jonggat.
Zainal Arifin dilantik sebagai penjabat Kepala Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata.
Anang Nizamudin penjabat Kepala Desa Mantang, Kecamatan Batukliang.
Tirto Handoyo, penjabat Kepala Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara.
Lalu Putrangsa Wijaya penjabat Kepala Desa Ketara, Kecamatan Pujut.
Nawira penjabat Kepala Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur.
Lalu Yahya dilantik sebagai penjabat Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Praya Barat. (Riki).









