Bupati Lotim Sebut Empat Puskesmas Tunjukkan Progresnya

SKI l Lombok Timur-Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy meminta vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) ditingkatkan lagi progresnya.

Selain itu mencatat baru empat Puskesmas yang menunjukkan progres yang baik khusus untuk vaksinasi Lansia. Diantaranya Puskesmas Sakra, Puskesmas Montong Betok, Puskesmas Lenek, dan Puskesmas Karang Baru. Baiknya capaian vaksinasi tersebut karena petugas yang langsung turun ke lapangan, menjemput dan mengantar para Lansia dalam proses vaksinasi.

Bupati menyampaikan hal tersebut pada Rapat Koordinasi tingkat Provinsi NTB yang digelar Polda NTB.

Pada rapat koordinasi yang diikuti 10 Kabupaten/ Kota di Provinsi NTB tersebut Bupati menjelaskan perkembangan vaksinasi di Lombok Timur. Progres vaksinasi untuk lansia di Lombok Timur berdasarkan data Dinas Kesehatan adalah 15,9 persen untuk dosis pertama dan 0,7 persen untuk dosis kedua.

Karenanya Bupati mengoordinasi seluruh camat untuk meningkatkan capaian vaksinasi bagi lansia. Bupati meminta para camat berkoordinasi dengan Puskesmas di wilayah masing-masing.

Bupati bahkan berkomitmen Pemerintah Kabupaten akan menganggarkan biaya penjemputan dan pengantaran bagi warga lansia tersebut. Bupati menyebut angka Rp.10 juta bagi masing-masing Puskemas. Bupati menargetkan sebelum lebaran idul fitri vaksinasi lansia dapat dituntaskan.

Sebelumnya, pada rakor yang diikuti pula oleh Camat dan dihadiri Kapolres serta Dandim 1615 Lombok Timur, Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah menegaskan pentingnya vaksinasi bagi kelompok lansia. Menurut Wagub melalaikan vaksinasi terhadap lansia akan memperbesar potensi kematian akibat pandemi covid-19. Mengurangi risiko penularan, utamanya terhadap kelompok rentan dapat dilakukan dengan vaksinasi berbasis desa dan dusun.

Secara keseluruhan capaian vaksinasi di Lombok Timur untuk tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik, maupun guru telah melampaui target pemerintah pusat. Capaian untuk nakes pada dosis ke dua saja 102 persen, pelayan publik 108,7 persen, dan guru 114,8 persen.(Sam).

Komentar

News Feed