SKI | Lotim – Bupati Lombok Timur,H.Haerul Warisin mengaku tidak ambil pusing dengan banyaknya kritikan dan hujatan di media sosial yang ditujukan kepada pemerintahan Lotim SMART.
Karena menurutnya kritik adalah bagian dari risiko jabatan yang juga dialami oleh Presiden, Gubernur,Bupati, Camat sampai Kepala Desa.
” Saya tidak ambil pusing dengan kritikan dan hujatan di media sosial,” kata Bupati Lotim dalam sambutan saat kegiatan halal bihalal PGRI kecamatan Montong Gading,Rabu (8/4).
Menurutnya kebebasan berpendapat di media sosial adalah hak masyarakat, namun tugas utama aparatur adalah bekerja nyata.
Apalagi aparatur harus menjalankan sumpah jabatan yang telah diambil menuntut tanggung jawab penuh untuk kepentingan masyarakat.
Begitu juga kita bekerja tidak perlu banyak bicara, tidak perlu fitnah,melainkan fokus untuk rakyat, bukan untuk pencitraan di media sosial.
” Agar setiap pemimpin pandai memelihara hati dalam menghadapi kritik,” imbuhnya. (Sul).















