Dalam Giat Reses Dewan Loteng, Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Pupuk

SKI| Lombok Tengah –Kegiatan penjaringan aspirasi yang dilaksanakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah di tahun 2023 ini masih saja menyisakan jeritan masyarakat di kalangan petani yang disampaikan lewat wakilnya di Legislatif.

Dimana saat reses digelar Anggota DPRD Loteng, Legewarman pun menyatakan aspirasi masyarakat saat ini lebih banyak pada persoalan lelangkaan pupuk dalam reses yang ia laksanakan.

“Keluhan masyarakat lebih banyak masalah langka dan mahalnya pupuk bersubsidi,”ungkapnya.

Adapun aspirasi lainnya masyarakat secara umum hampir masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti infrastruktur jalan, irigasi, penataan lingkungan, sumur bor, Sarpras pendidikan, pembinaan grup kesenian gendang beleq dan pemberdayaan pemuda.

” Saya reses di 1 titik di Dusun Telok Desa Sengkerang, 3 titik di Desa Semoyang, 1 titik di Desa Jeropuri dan 1 lagi di Desa Landah,”bebernya.

Sementara ini dari beberapa aspirasi tersebut tentunya menjadi atensi khusus soal pupuk, tentu memang yang hanya bisa berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui OPD terkait agar lebih cepat dan tegas dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Mengingat dari dulu pihaknya selalu suarakan permasalahan ini akan tetapi sampai dengan saat ini belum ada penyelesaian yang jelas dan pasti oleh Pemda.

“Ini menggambarkan betapa abainya Pemda terhadap tugas dan tanggung jawab selaku pengabdi dan pelayan masyarakat Lombok Tengah khususnya terhadap nasib masyarakat petani,”sentilnya.

Kemudian, Dinas tidak cukup kemudian hanya bisa menawarkan solusi saja, tanpa melalui sosialisasi yang lebih maksimal. Bagaimana terhadap alternatif pupuk yang langka kemudian bagaimana inisiasi menggunakan pupuk organik beserta manfaatnya.

“seperti yang saya lakukan kemrin dengan cara memberikan bantuan pupuk organik dan pupuk cair terhadap beberapa klompok tani untuk membuktikan secara langsung manfaat dan hasilnya, maka dengan demikian untuk selanjutnya para petani tidakblagi tergantung pada pupuk kimia saja,”tutupnya. (Riki).