SKI|MATARAM — Sebanyak 32 anak muda dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan keterampilan kerja di bidang barista dan spa therapist. Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari di Idoop Hotel, Kota Mataram, dan diselenggarakan oleh LPK Tamata Persada Training Center (TPTC) bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
Pelatihan dimulai pada Senin, 15 September 2025, dan diikuti oleh peserta yang telah lulus SMA atau SMK, berusia minimal 18 tahun, serta belum bekerja dan tidak sedang menempuh pendidikan. Peserta dibagi dalam dua jurusan, masing-masing 16 orang untuk pelatihan barista dan spa therapist.
Pimpinan TPTC, Hidayati Rachman, menyampaikan bahwa pelatihan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
“Pelatihan ini merupakan langkah awal bagi peserta untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah. Kami ingin menciptakan SDM yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri,” kata Hidayati, Jumat (19/9/2025).
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan, perwakilan BPVP Lombok Timur, Ketua HHRMA NTB, serta mitra industri dari sektor perhotelan, salon, spa, dan UMKM.

Rudi Suryawan menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor jasa, khususnya spa dan kopi.
“Kebutuhan tenaga kerja di bidang spa therapist dan barista cukup tinggi. Kami harap peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan maksimal,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari instruktur yang berasal dari lembaga pelatihan, praktisi industri, dan pelaku usaha yang telah berpengalaman di bidangnya. Sebelum mengikuti pelatihan, peserta menjalani proses seleksi melalui wawancara dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti pelatihan secara disiplin.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi jumlah jam pelajaran, peserta akan diberikan kesempatan untuk magang di industri yang telah menjalin kerja sama dengan TPTC. Lembaga pelatihan juga berkewajiban melakukan monitoring dan pembinaan pasca-pelatihan.
Aang Ezario Kurniawan, peserta jurusan barista asal Tanak Beak, Lombok Tengah, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini.
“Setelah lulus sekolah saya hanya membantu orang tua menambal ban. Pelatihan gratis ini bagi saya adalah berkah. Saya ingin belajar menjadi barista agar punya keterampilan dan bisa bekerja,” katanya.
Clara Febri Islami, peserta jurusan spa therapist asal Sumbawa, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya harapan baru untuk mendapatkan pekerjaan.
“Saya datang ke Lombok untuk mencari kerja. Ketika tahu ada pelatihan gratis, saya langsung daftar. Ini jadi modal saya untuk melamar pekerjaan,” ujarnya.
TPTC menyatakan komitmennya untuk terus mendukung generasi muda NTB agar memiliki keterampilan kerja yang relevan dan siap bersaing di dunia industri. (Kautsar.)











