SKI | Lotim – Kalangan orang tua wali mengeluhkan menu yang disajikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sandubaya 2 yang bernaung dibawah yayasan Namira seperti yang disajikan Kamis (5/3) ke penerima manfaat.
Dapur MBG sandubaya 2 itu informasi yang dihimpun media ini dilapangan merupakan milik orang nomor 2 di Lotim yakni Wakil Bupati Lotim H.Edwin Hadiwijaya.
Menu yang disajikan antara lain empat potong kentang yang sudah dimasak,potongan daging ayam dan tempe satu potong.Tapi dalam potongan kentang terdapat warna kehitaman.Meskipun kalau dari segi gizinya sudah masuk dalam menu tersebut.
” Kalau seperti ini menu yang disajikan bagaimana penerima manfaat akan bergairah untuk memakannya,apalagi kita selaku orang tua kurang bersemangat melihatnya,” kata para wali siswa penerima manfaat Dapur MBG Yayasan Namira Sandubaya 2.
Selain itu juga lanjutnya kalau melihat dari menu yang disajikan jauh dari harga yang telah ditetapkan perporsinya.Maka inilah yang harus diperhatikan pengelola dapur MBG.
Dengan tidak hanya mengharapkan untung saja tapi tentu kualitas menu yang disajikan juga harus diperhatikan agar penerima manfaat bersemangat menu MBG tersebut.
” Kita perkirakan harga menu disajikan berkisar antara Rp 5000-6000,sedangkan harga perporsinya ada Rp 8000 dan 10.000,kemudian sisanya kemana,” ujarnya penuh tanda tanya.
Pihak SPPG yayasan Namira Sandubaya 2 hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai masalah menu disajikan.
Sebelumnya Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Lombok Timur,Agamawan Salam mengakui bahwa banyak dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lotim menyajikan menu ke penerima manfaat tidak sesuai harapan.
” Kita akui masih banyak dapur penyajian menu kurang sesuai harapan,” kata Agamawan
Menurutnya pihaknya selalu mengingatkan kepada SPPG maupun pemilik dapur untuk memberikan penyajian menu MBG ke penerima manfaat sesuai dengan ketentuan.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi komplik dari guru,orang tua maupun siswa yang menjadi sasaran penerima manfaat MBG tersebut.
” Dengan penyajian menu yang kurang maka kita tidak menampik adanya komplin,” ujarnya.
Agamawan menambahkan pihaknya juga akan buatkan laporan khusus kalau terjadi persoalan dilapangan dengan tujuan supaya di monitor langsung oleh pimpinan nanti.
” Pimpinan yang akan memberikan teguran/ sangsi agar SPPG yang penyajian belum sesuai harapan BGN segera membenah,” tambahnya. (Sul).















