oleh

Pemkab Lotim MoU Dengan Kementerian Pendidikan

SKI| LOTIM- Kabupaten Lombok Timur menjadi satu dari dua Kabupaten/kota yang terpilih melaksanakan program Sekolah Penggerak di NTB.

Program untuk akselerasi kemajuan pendidikan di seluruh Indonesia ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Pemerintah Daerah.

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan yang dilakukan secara terpisah itu, berharap tindak lanjut MoU dapat segera direalisasikan, sehingga pada Februari mendatang program ini sudah bergerak secara masif di Lombok Timur.

” Program ini penting mendukung upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) yang terus diupayakan pemda,”tegas Sukiman

Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi NTB Mohamad Mustari yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan pada Februari mendatang program Sekolah Penggerak ini akan di-launching.

Begitu juga sekolah penggerak sebagai program prioritas kementerian pendidikan dan kebudayaan dilaksanakan di 34 Provinsi dengan tak kurang dari 2500 sekolah di 110 kabupaten/ kota sebagai pilot project.

Untuk itu pihaknya berharap adanya sosialisasi untuk seleksi Kepala Sekolah yang akan terlibat dalam program sekolah penggerak. Jumlah sekolah nantinya akan bergantung pada hasil seleksi.

” Kami menyambut baik komitmen Pemda Lotim terkait sekolah penggerak ini,” tutur Mustari

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lotim, Ahmad Dewanto hadi menyampaikan Lombok Timur merupakan kabupaten dengan jumlah guru penggerka terbanyak di Indonesia. Sekolah Penggerak merupakan pelengkap keberadaan guru penggerak.

” Diharapkan program tersebut menajdi bagian dari akselerasi kemajuan pendidikan di daerah ini. Ia meyakini Lotim memberi sumbangan besar terhadap kondisi di NTB,” tegasnya.

Penandatangan MoU yang berlangsung Selasa (26/1) di Ruang Rapat Bupati ini dihadiri pula Dewan Pendidikan dan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.(Sam).

Komentar

News Feed