SKI| Lombok Tengah – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok memberikan santunan kepada ratusan Anak yatim piatu di hari rahman rahim day.
Kegiatan tersebut tetao dilakukan oelh Pemda setiap tahunnya pada tanggal 10 Muharram.
“Pada hari ini, kita juga sekaligus memperingati rahman rahim day atau hari kasih sayang bagi anak yatim yang kita peringati setiap 10 muharram,” kata bupati Loteng Lalu Pathul Bahri Rabu (17|7).
Lanjutnya, bulan ini menjadi momen tepat bagi umat islam untuk muhasabah terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan dan perencanaan kehidupan ke depan, agar senantiasa dalam limpahan berkah dan ridho allah swt.
Mengutip sebuah hadits riwayat ibnu abbas, bahwa rasulullah pernah bersabda yang artinya, ”dan barang siapa yang membelaikan tangannya pada rambut (kepala) anak yatim di
hari ‘asyura, maka allah ta’ala akan mengangkat derajat orang tersebut, untuk satu helai rambut satu derajat dan barang siapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam ‘asyura, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat muhammad saw dalam keadaan kenyang semuanya.”
“oleh karena itu, kami mohon doa kepada anak-anakku yang hadir pada hari ini untuk kita sama-sama mendoakan Kabupaten Tatas Tuhu Trasna ini agar menjadi kabupaten yang lebih baik, lebih sejahtera dan tentunya agar bisa terwujud lombok tengah bersatu jaya,” ujarnya.
Pathul juga berpesan kepada seluruh anak yatim yang ada di Kabupaten Lombok Tengah agar selalu ceria, tetap semangat dan tekun belajar supaya kelak bisa menggapai cita cita yang di inginkan.
Diketahui bahwa, pemerintah daerah telah memberikan beasiswa kepada 10 anak yatim penghapal Alquran untuk melanjutkan sekolah di bidang kedokteran.
Nantinya, setelah selesai, diharapkan agar dapat memberikan manfaat untuk masyarakat yang kurang mampu.
Selain itu juga, Pemda berencana membangun rumah sakit untuk masyarakat kurang mampu di Dusun Sundil, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat.
“Rumah sakit itu nantinya akan diisi oleh dokter lulusan Tahfiz, sehingga setiap kali ada masyarakat yang masuk untuk berobat merasa lebih tenang dengan adanya dokter dari para penghafal Alquran itu,” pungkasnya. (Riki).









