Puluhan Masa Aksi Dari FPPD Desa Pagutan Kembali Pertanyakan Transparansi Dana Desa

SKI| Lombok Tengah- Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD) Desa Pagutan kembali menggedor Kantor Desa setempat terkait dengan ketidaktranfaranai pihak Desa terkait dengan anggaran Desa. Selain ke kantor Desa, masa juga melakukan aksi Kantor Kejaksaan Negeri Praya dan juga Kantor Bupati Loteng

Koordinator aksi Yusuf Hamdani mengatakan, terkait dengan tidak adanya tranparansi terhadap anggaran dana Desa dan juga program yang kerap kali tidak pernah mau terbuka oleh pihak Desa. Selain itu, masa aksi juga menuntut agar pihak inspektorat Loteng juga membuat tim husus dalam melakukan audit di desa tersebut

“Kami juga meminta agar nantinya pihak inspektorat melibatkan FPPD dalam hal tersebut,” Ucap Yusuf saat melakukan aksi pada Senin (31|5)

Lanjut Yusuf, pihaknya juga meminta agar pihak inspektorat kembali melakukan audit terhadap anggaran dana desa tersebut sehingga nantinya dapat melibatkan BPD

“Kita minta agar pihak inspektorat agar segera kembali melakukan audit paling tidak bulan Juni mendatang,” Jelasnya

Ramli Ahmad Juga menambahkan agar aparat penegak hukum memproses hal tersebut, jika nantinya tidak ada komitmen dari APH dirinya akan membawa masa lebih banyak lagi.

“Aksi juga meminta agar jika nantinya terbukti terjadi kesalahan langsung menangkap kepala Desa,” Terangnya

Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Loteng Baiq Aluh Windahayu menjelaskan bahwa, pihaknya sebelumnya sudah melakukan audit terhadap Desa Pagutan pada Bulan Februari yang lalu

“Kalau untuk mengaudit sudah kita lakukan Februari yang lalu,” Jelasnya

Kemudian terkait dengan pengaduan yang dilayangkan oleh FPPD sudah masuk dan sudah hampir rampung.

Alih juga menerangkan bahwa pihaknya sudah mengundang kepala Desa untuk mendistribusikan hak tersebut.

“Terkait aduan tersebut, kami sudah menanyakan apakah sudah melakukan musyawarah atau tidak atas hal itu,” Katanya

Kemudian, pihaknya menyarankan agar Kepala desa membuka informasi dan harus membuat poster dana desa sebagai bentuk ke transparan.

“Kalau untuk kegiatan pisik sudah kami cek, cuma yang di Dusun Sangkawati yang belum selesai dengan alasan kondisi musim tanam, kalau pengerjaan pisik yang lain sudah selesai tahun lalu,” Tutupnya (riki)

Komentar

News Feed